DKP Brebes Akan Alihkan Bantuan Excavator Kalau Pokdakan Muncul Jaya Tetap Menolak

Excavator siap dioperasikan kembali menunggu pokdakan yang siap menerima (dok. KM)
Excavator siap dioperasikan kembali menunggu pokdakan yang siap menerima (dok. KM)

BREBES (KM) – Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes akan mengalihkan bantuan alat berat excavator dari Pokdakan Muncul Jaya kalau mereka tetap menolak bantuan tersebut walaupun alat berat tersebut kini sudah diperbaiki. Hal itu disampaikan oleh Tandi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, saat dikonfirmasi oleh Kupas Merdeka, Rabu  (31/05/17) di ruang kantor dinasnya.

“Apabila Pokdakan Muncul Jaya menolak bantuan excavator itu, maka dinas akan mengalihkan pada pokdakan lain yang siap menerima. Namun jika Pokdakan Muncul Jaya masih bersedia menerima, tetap akan kami berikan pada mereka,” Tandi menjelaskan lebih lanjut.

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Arik Hari Wibowo, ketika dikonfirmasi soal masalah excavator itu lewat telepon, Kamis (01/06/17), menyangkal bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan excavator rusak.  “Kami tidak memberikan barang rusak, excavator tersebut diberikan dalam kondisi baru dan masih dibungkus plastik,” ujarnya.

Pernyataan Hari Wibowo tersebut dibenarkan oleh Santo (14/05/17), penyewa excavator itu, yang menerangkan bahwa dirinya mengambil alat berat itu dalam kondisi baru dan dibungkus plastik.  Rusaknya excavator tersebut saat berada di tangan Santo akibat terjerembab dan terendam di tambak.

Ketika ditanya soal penarikan excavator dari Pokdakan Muncul Jaya, Hari Wibowo menjelaskan, “Kami tidak akan menarik excavator tersebut, sepenuhnya kebijakannya diserahkan kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes, terserah mau diberikan pada pokdakan mana, itu sudah sepenuhnya menjadi hak kebijakan DKP setempat.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, excavator bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebelum diserahkan ke Pokdakan Muncul Jaya mengalami kerusakan saat disewa oleh Santo dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes. Santo sendiri mengakui menyewa excavator untuk perbaikan dan pembuatan tanggul-tanggul tambak di Desa Randusanga Kulon Kabupaten Brebes.

Advertisement

Perubahan prosedur penyerahan bantuan excavator untuk tahun 2016 diakui sendiri oleh Tandi, Kadis KP Brebes.  “Saya mengacu pada bantuan excavator sebelumnya dari Kementrian KKP, dulu diserahkan ke Dinas, baru kemudian diserahkan pada pokdakan, jadi dinas yang menentukan kebijakannya. Namun sekarang ternyata bantuan excavator ada perubahan prosedur, jadi langsung dari kementerian ke pokdakan, jadi saya mengacu pada aturan lama. Namun kebijakan yang saya lakukan ini untuk menumbuh kembangkan perikanan di Kabupaten Brebes, hanya saja ada musibah, jadi menimbulkan masalah, tapi masalahnya sudah teratasi, excavator itu sudah bisa berfungsi kembali,” Tandi menjelaskan lebih lanjut.

Kepala DKP Brebes, Tandi (kiri) dengan Santo, penyewa alat berat excavator dok. KM)

Kepala DKP Brebes, Tandi (kiri) dengan Santo, penyewa alat berat excavator dok. KM)

Tandi juga menjelaskan bahwa excavator itu sudah bisa berfungsi kembali, biaya perbaikannya hanya beberapa puluh juta saja, tidak sampai ratusan juta.  “Kerusakannya tidak berat, karena alat-alat elektroniknya sudah diamankan sebelum terendam, begitu juga hidroliknya tidak rusak, yang rusak hanya dinamo starternya saja, tidak perlu diganti hanya diperbaiki saja,” tuturnya.

Ketika ditanya soal biaya kerusakannya menggunakan anggaran dinas yang mana, Tandi langsung menjawab “Itu semua yang bayar adalah Santo, karena dia sih yang bertanggungjawab atas kerusakannya”.

Reporter: Firdaus/Dade
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: