Derita Tumor dan Diabaikan Pemerintah, Nenek Ara Terkulai Lemas di Rumahnya

Ketua Posko Pengaduan Pelayanan Rumah Sakit se-Bogor Raya Adi Prabowo saat berkunjung ke kediaman Ma Ara, sekaligus membawa Ma Ara untuk diberikan penanganan pemulihan ke RS Ciawi (dok. KM)
Ketua Posko Pengaduan Pelayanan Rumah Sakit se-Bogor Raya Adi Prabowo saat berkunjung ke kediaman Ma Ara, sekaligus membawa Ma Ara untuk diberikan penanganan pemulihan ke RS Ciawi (dok. KM)

BOGOR (KM) – Nasib pilu menimpa Ma Ara (66), warga RT 05/04, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Setelah didiagnosis mengidap penyakit tumor pada bagian pipi sebelah kanannya, kini Ma Ara hanya bisa melihat dengan mata sebelah kirinya saja akibat penyakit tumor yang menekan bola mata kanannya.

Belum lagi Ma Ara hanya tinggal dengan seorang anaknya yang tunanetra. Ma Ara yang harusnya segera mendapatkan penanganan medis, karena keterbatasan biaya hanya bisa dirawat di rumahnya saja. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Posko Pengaduan Pelayanan Rumah Sakit se-Bogor Raya, Adi Prabowo, yang dihubungi kupasmerdeka.com melalui pesan singkat.

Menurut Adi, saat dirinya berkunjung ke rumahnya, kondisi Ma Ara sangat lemah, makanan pun sulit untuk dimakan selain bubur cair yang disaring lagi. Selama di rumah, Ma Ara dirawat anak angkat dan tetangganya serta Kader Posyandu, Tati.

Kondisi Mak Ara, warga Desa Sukaharja, Ciomas, yang menderita tumor di pipi kanannya dan kini terkapar lemas di rumahnya [dok. KM]

Kondisi Mak Ara, warga Desa Sukaharja, Ciomas, yang menderita tumor di pipi kanannya dan kini terkapar lemas di rumahnya [dok. KM]

Sebelumnya, lanjut Adi menjelaskan, memang Ma Ara sempat mendapatkan perawatan dari mulai Puskesmas Ciapus sampai ke RSUD Kota Bogor, namun pihak RSUD Kota Bogor merujuk ke RS Dharmais Jakarta. “Namun karena terbentur biaya mobilisasi ke RS Dharmais Jakarta serta dana rumah singgah di Jakarta dan tidak ada bantuan dana untuk itu, maka terpaksa Ma Ara dirawat di rumahnya,” jelas Adi.

Adi menyayangkan sikap pemerintah, dalam hal ini pemerintah kecamatan, yang dinilainya kurang tanggap. “Kenapa sejak tumornya masih kecil mereka tidak peduli dan sampai sekarang sampai terkapar, tumornya sering mengeluarkan nanah mereka tetap juga tidak perduli. Camat dan sekcam wajib diberikan sanksi karena membiarkan Ma Ara terkapar,” geram Adi.

Adi berharap, ada bantuan untuk seluruh biaya yang diperlukan Ma Ara. “Ini semua dijadikan hikmah bersama, bahwa kita harus peduli terhadap sesama yang membutuhkan bantuan,” tegas Adi.

Sementara itu, pihak kecamatan yang dituding harus bertanggung jawab, saat di konfirmasi melalui pesan singkat, sampai berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan apapun.

Adapun sore ini 2/4, Adi Prabowo dibantu relawan PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) mengupayakan membawa Ma Ara ke RS Ciawi untuk mendapatkan penanganan pemulihan kesehatan dulu sebelum dibawa ke RS Dharmais Jakarta.

Reporter : Budi
Editor : KN

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*