Tim Saber Pungli Terus Hantui Sukarelawan Retribusi Kendaraan
BOGOR (KM) – Ironis, kata itulah yang pantas disematkan kepada para petugas sukarelawan penarikan retribusi kendaraan saat ini.
Bagaimana tidak, di satu sisi para petugas sukwan ini rela mengambil retribusi di tengah jalan, panas dan hujan sudah menjadi hal yang biasa, dan hasilnya tentunya diberikan pada pemerintah daerah Kabupaten Bogor.
Di sisi lain, ditetapkannya Peraturan Presiden 87 tentang saber pungli, membuat sejumlah petugas sukarelawan retribusi di beberapa titik lokasi di Kabupaten Bogor harus menghadapi operasi tangkap tangan terhadap pegawai negeri sipil, TNI dan POLRI.
Seperti yang dituturkan Ardi, salah satu petugas sukwan penarikan retribusi yang ditemui kupasmerdeka.com di pos Cibungbulang, Selasa (14/03/2017). Dirinya merasa kaget ketika menjadi target operasi tangkap tangan yang dilakukan Polsek Cibungbulang yang langsung menggiringnya ke kantor Polsek. Sesampainya di polsek Cibungbulang, dirinya ditanya seputar setoran masalah karcis.
“Ya saya jawab, saya punya surat tugas pak dan ada setoran setiap hari. kalau bapak ingin jelas, bapak tanya ke kantor aja,” ujar Ardi.
Sementara itu, aktivis Bogor M. Natsir sangat menyayangkan nasib para petugas dan menyayangkan pihak pemerintah daerah yang seakan tidak mau tau akan nasib para petugas penarik retribusi.
“Harusnya pemerintah daerah mengambil kebijakan agar mereka petugas retribusi bisa menjalankan tugas dengan baik tanpa harus merasa was-was lagi,” ungkapnya dengan nada kesal.
Masih menurut M. Natsir atau biasa akrab dipanggil Roni, “lihat saja, meski tak jarang para pengemudi melecehkan mereka dengan melemparkan uang atau dengan kata-kata yang kurang sedap, mereka masih mau menjalani tugas tersebut demi pendapatan asli daerah.”
“Beri mereka ketenangan dalam bertugas, udah mah gak dapat gaji, masa masih harus dibebani dengan perasaan khawatir masuk bui,” pungkas Roni. (IBNU HZF/NSR)
Leave a comment