Khawatir Ada Gangguan pada USBN dan UNBK, Sekolah di Bogor Pilih Ujian Sekolah Manual

Ilustrasi UN Berbasis Komputer
Ilustrasi UN Berbasis Komputer

BOGOR (KM)  –  Dalam pelaksanaan  perdana ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),  pemerintah awalnya memproyeksikan Ujian Nasional digelar dengan menggunakan komputer. Namun, ternyata di lapangan banyak sekolah memilih untuk melaksanakan ujian dengan cara lama, yakni pakai kertas.

Menurut aturan pemerintah pusat, UNBK dan USBN untuk jenjang SMA dan sederajat rencananya akan diselenggarakan mulai Senin depan (20/3).

“Kami merasa kesulitan karena waktu simulasi ujian komputer yang terlalu singkat, sehingga para siswa agak kesulitan beradaptasi dengan sistem ujian komputer di tahun ini,” kata seorang guru PKN di salah satu sekolah kawasan Dramaga, Saefulloh, kepada kupasmerdeka.com, Sabtu (18/3).

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Bogor, Bambang Supriyadi mengatakan, rencananya tahun ini seluruh siswa kelas XII di Indonesia akan menghadapi UN dan USBN. Perbedaan UN dan USBN yakni, soal-soal UN dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sedangkan soal-soal USBN oleh guru sekolah yang tergabung dalam musyawarah guru mata pelajaran dan kelompok kerja guru (KKG).

“Penyelenggaraan UN pada 10–13 April 2017, sedangkan USBN pada sekitar akhir Maret,” jelasnya.

Menurut Bambang, di Bogor saja, belasan ribu siswa dari 97 sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor akan menumpang di sekolah lain pada ujian April mendatang. Itu karena puluhan sekolah tersebut belum memiliki fasilitas pendukung  UNBK.

“Jadi totalnya ada 98 persen siswa SMA ikut UNBK, sisanya manual,” jelas Bambang.

Sementara di sekolah kejuruan dari 350 SMK yang ada, hanya 155 sekolah yang mengikuti UNBK.

“Jadi total jumlah peserta didik sebanyak 17.000 siswa dan 13 sekolah gabung ujian dengan sekolah lain,” tuturnya.

Sementara sebelumnya, Kadisdik Kabupaten Bogor, TB. Luthfie Syam menyebutkan bahwa pelaksanaan UNBK tahun ini akan menjadi evaluasi, agar periode berikutnya sudah diikuti seluruh sekolah.

“Persiapan mulai dari simulasi dan pembiasaan siswa melakukan UNBK. Walaupun bergiliran tapi saya yakin akan berjalan sukses,” imbuhnya.

Reporter: Dedi/Pendi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.