Tahun 2017, Kuota Haji untuk Kota Bogor Bakal Bertambah
BOGOR (KM) – Untuk tahun 2017 ini, kabarnya kuota haji untuk Kota Bogor bakal bertambah. Hal itu dikarenakan kuota yang terpangkas sejak renovasi Masjidil Haram di Mekah, akan kembali dinormalkan. Pemangkasan kuota jemaah haji sebanyak 20 persen sejak 2013 lalu, pada tahun 2017 akan kembali normal.
“Kepastian jumlah kuota haji Kota Bogor masuh menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kemenag pusat. Sehingga belum bisa memastikan jumlah kuota haji yang disediakan bagi warga Kota Bogor pada tahun ini. Sebenarnya belum ada SK dari Kemenag pusat, jadi kita belum bisa mempublikasikan. Jika sudah turun SK-nya akan segera diinformasikan,†jelas Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Ansurullah kepada kupasmerdeka.com via pesan singkatnya, Minggu (26/02/2017).
Kata dia, selama masa pemangkasan kuota 20 persen, kuota calon jemaah haji Kota Bogor saat itu  sebanyak 699 orang. Sehingga, jika kuotanya kembali ke hitungan normal maka jatah kuota Kota Bogor mencapai angka 848 orang atau bertambah 149 jamaah.
“Selama empat tahun  kuotanya dipotong, kabar terakhir kuota dikembalikan menjadi seratus persen. Maka jemaah haji Kota Bogor menjadi 848 orang. Itu berlaku di seluruh dunia bukan hanya Indonesia atau Kota Bogor,†katanya.
Ansurullah mengakui, untuk daftar tunggu calon jemaah haji (Calhaj) Kota Bogor hingga kini sudah mencapai angka 12 ribu calon jemaah. Jumlah tersebut merupakan daftar tunggu calhaj dari tahun 2011. Menurutnya untuk menambah jumlah kuota jemaah haji, dasar perundang-undangan harus diubah terlebih dahulu.
“Pendaftaran tahun 2011 sudah ada 12 ribu jemaah, berarti jarak waktu 6 tahun sudah 12 ribu terdaftar dan bila dibagi kuota 848 kira-kira 15 tahun tuggunya,†jelasnya.
Dia berharap, dengan bertambah panjangnya masa antrian, di tahun-tahun mendatang kuota haji Kota Bogor mengalami penambahan. Sehingga dapat memangkas antrian yang semakin panjang, selain itu pihaknya meminta agar masyarakat Kota Bogor tidak melakukan pemberangkatan secara non regular.
“Yang artinya tidak berangkat dari negara lain, seperti kejadian tahun lalu ada yang berangkat dari Filipina,†tuturnya. (dedi)
Leave a comment