Peternak Ayam di Calobak Tamansari Abaikan Keluhan Warga, Camat: “Kewenangan Ada di Pol PP”

BOGOR (KM) – Pencemaran udara yang dikeluarkan oleh limbah peternakan ayam yang ada di wilayah Kp. Calobak, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor merugikan banyak pihak. Salah satunya sekolah SMAN 1 Tamansari yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi peternakan ayam, yang sering merasa terganggu akibat bau tak sedap yang timbul dari peternakan ayam tersebut, sehingga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah itu.

Salah satu siswa yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan kedaan tersebut. “Iya bang, kalau lagi belajar sering gak fokus kalau bau itu datang, mau gak mau harus tutup idung,” singkatnya saat ditemui di halaman sekolah.

Sementara itu, ketua RT setempat, Aba, yang ditemui Kupas Merdeka menjelaskan bahwa bau tak sedap yang sering keluar dari peternakan ayam sering menjadi keluhan masyarakat, karena setiap hari dari jam 9 sampai jam 11 siang sering tercium baunya, belum lagi sore harinya.

“Sebenarnya masyarakat tidak melarang adanya peternakan tersebut, yang penting jangan sampai menimbulkan bau tak sedap bagi masyarakat,” ujar Aba.

Lebih lanjut Aba mengungkapkan, sebenarnya sudah lama warga mengeluhkan terkait bau yang ditimbulkan, namun sampai saat ini belum ada tanggapan atau langkah serius dari pemilik.

“Kami pun sudah menyampaikan keluhan ini ke kepala desa, dan saat itu yang kami tau kepala desa, sudah melakukan diskusi dengan camat tamansari dan pemilik peternakan ayam tersebut. Namun sampai saat ini bau tak sedap masih setiap hari tercium dan peternakan itu masih berjalan,” pungkas Aba.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tamansari, Gumilar Suteja yang dihubungi melalui pesan singkat menjelaskan, terkait perijinan peternakan ayam potong itu bukan semasa dirinya menjabat.

“Untuk menyelesaikan masalah tersebut,” lanjut Teja menjelaskan, “saya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dengan cara memanggil pengelola proyek ayam. Dan pada waktu itu pengelola proyek ayam yang diwakili oleh ibu Leni berjanji dalam jangka waktu 2 bulan bau yang ditimbulkan akan hilang.”

“Namun mana, sampai saat ini bau tersebut masih dikeluhkan warga, padahal 2 bulan mah udah lewat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Teja menerangkan, terakhir pihak desa sudah membuat surat teguran dan tuntutan permintaan warga, namun sampai detik ini tidak ada jawaban sama sekali.

“Makanya sekarang tinggal nunggu keputusan pihak kecamatan harus seperti apa menanggapi dan menyelesaikan permasalahan yang dikeluhkan warga,” tandasnya.

Di tempat berbeda, Camat Tamansari Ahmad Sopian menjelaskan, pihak kecamatan sudah memanggil pemilik peternakan ayam untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Mereka menyanggupi untuk menutup peternakan ayam tersebut, namun meminta waktu sampai panen ini, sekarang lewat lagi ya kita udah tegur, dan kewenangan sekarang ada di Pol PP atas/Kabupaten. Jadi bukan berarti kita gak berani berantas, karena kewenangan kita bukan kesitu,” pungkasnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, pemilik peternakan ayam tersebut saat dihubungi melalui saluran seluler, tidak mengangkat telponnya. (KN/BUDI/HERA)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: