Tokoh Tionghoa Harap Demonstrasi 4 November tidak Timbulkan Intimidasi Terhadap Etnisnya

Demo anti Ahok (dok. Poskotanews)
Demo anti Ahok (dok. Poskotanews)

BOGOR (KM) – Rencana demo besar-besaran esok 4/11 menimbulkan kekhawatiran terhadap sebagian kalangan, khususnya dengan semakin maraknya ujaran kebencian berbau SARA menyusul munculnya video berisi ucapan kontroversial Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga oleh sebagian umat Islam sebagai penistaan terhadap ayat Al-Quran. Diantara kalangan yang mengkhawatirkan perkembangan tidak sehat itu adalah organisasi Generasi Muda Khonghucu Indonesia (GEMAKU).

Menyikapi rencana demo besok, Ketua Presidium GEMAKU Kris Tan berharap agar demonstrasi yang akan dilakukan FPI dengan melibatkan gabungan ormas Islam itu berjalan dengan tertib dan tanpa tindakan anarkis. “Yang utama kami berharap konstitusi diatas segalanya,” katanya kepada KM.

“Islam adalah agama yang damai dan kami kaum Khonghucu di Indonesia menganggap Islam sebagai pelindung bagi kami kaum Tionghoa. Bersama Gus Dur, Nurcholis Madjid dan para ulama lainnya umat Khonghucu merasa dijaga dan dibela di bumi Indonesia, sebab Islam adalah berkah bagi semua manusia. Saya berdoa dan berharap kepada teman-teman yang akan melakukan demonstrasi tidak menimbulkan anarkis dan intimidasi bagi kami kaum Tionghoa,” lanjut Kris.

Menurut pria asal Bogor itu, kesalahan Ahok adalah murni tanggung jawabnya sebagai pribadi dan wajib diproses secara hukum demi terciptanya keadilan, dan masyarakat seharusnya tidak melakukan generalisasi sikap Ahok sebagai sikap etnis Tionghoa secara umum.

“Jangan gara-gara Ahok maka semua di generalisasi bahwa sikap Ahok adalah representasi dari seluruh etnis Tionghoa Indonesia. Jujur kami harus ungkapkan bahwa sikap Ahok dan gaya kepemimpinan Ahok sangat merugikan bagi sebagian besar kalangan Tionghoa Indonesia. Ahok hendaknya introspeksi diri dan gentleman memperbaiki gaya memimpinnya,” sambung Kris.

Namun ia juga mengatakan bahwa pihaknya mendukung hak untuk mengungkapkan pendapat dan berdemonstrasi karena itu bagian dari demokrasi.

“Selama demo berjalan dengan baik, tanpa anarkis dan menghilangkan unsur SARA yang menggeneralisasi seluruh orang Tionghoa, kami mendukung sebab itu menjadi bagian dari demokrasi kita,” tutupnya.

Rencana demo besar-besaran besok direncanakan akan diikuti oleh sejumlah ormas Islam seperti FPI, FUI, HTI dan massa yang berdatangan dari berbagai kota di Indonesia. Dikabarkan bahwa pemerintah mengerahkan setidaknya 16 ribu anggota kepolisian untuk mengamankan unjuk rasa tersebut. (HJA)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*