Sukarelawan DLLAJ Harapkan Perhatian Lebih dari Pemerintah

Pertemuan sukarelawan di Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJ) Kabupaten Bogor pada Kamis 13/10 (dok. KM)
Pertemuan sukarelawan di Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJ) Kabupaten Bogor pada Kamis 13/10 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dalam briefing mingguan, anggota sukarelawan (sukwan) dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan membahas sejumlah permasalahan yang ada di lapangan dan juga kondisi kehidupan mereka yang luput dari perhatian pemerintah, walaupun peranan mereka mendukung kerja pemerintah kabupaten Bogor.

Menurut keterangan dari Koordinator wilayah Barat, M Nasir dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa jumlah sukwan se-Kabupaten Bogor kurang lebih 400 orang dan yang tergabung di bawah kepemimpinannya berjumlah kurang lebih 50 orang. “Jujur saya katakan saya merasa takjub kepada teman-teman semua, bertahun-tahun kita berjuang untuk menggali potensi agar Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor bisa bertambah, ketika hujan kita kehujanan ketika panas kita kepanasan, tapi jiwa juang teman-teman tidak pernah surut walaupun selama hampir 13 tahun kita berjuang untk PAD Kabupaten Bogor tanpa ada upah sepeserpun dari pemerintah,” ujar Nasir.

“Padahal kita semua betul-betul kerja nyata dan ada hasilnya. Harapan saya sebagai Koordinator adalah ingin memberikan gaji yang layak kepada teman-teman semua agar kehidupan kita bisa lebih sejahtera dari sebelumnya, itu target saya kedepan dan akan saya perjuangkan,” lanjutnya.

Menerut salah satu sukwan, WI, pendapatan yang ia dapatkan dalam pekerjaannya hanya sekitar Rp. 40 ribu, “paling besar 50 ribu itu juga jarang-jarang.”

“Sedangkan jadwal kerja saya sehari kerja sehari enggak, jadi kalau penghasilan saya 50 ribu per sekali kerja berarti perharinya saya cuma dapat penghasilan 25.000 ribu. Sangat miris saya mendengarnya di kabupaten bogor yang katanya ingin menjadi Kabupaten termaju, tapi masih banyak rakyatnya yang hidup serba kekurangan padahal mereka berseragam dinas dan berjuang untuk memajukan daerahnya tapi pengorbanan mereka hanya dipandang sebelah mata oleh pemegang kebijakan, tidak ada perhatian sedikitpun dari pemerintah kepada mereka,” keluh WI.

“Apalagi setelah kejadian tabrak lari yang terjadi bulan-bulan ini, tidak ada sepeserpun dana santunan dari pemerintah kepada korban, malah dari kantong teman-temanlah rupiah demi rupiah di kumpulkan untuk membiayai [pengobatan] si korban. Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Bogor untuk lebih serius menindaklanjuti persoalan ini karena ini semua sudah menyangkut Hak Hidup Rakyat Bogor,” harapnya. (Hendra Isnandang)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*