Kepsek SDN 09 Guntur: “Sekolah Jangan Disamaratakan”

Kepala Sekolah SDN Guntur 09 Pagi (dok. KM)
Kepala Sekolah SDN Guntur 09 Pagi (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Berputarnya dunia dengan semua perubahan dan gejolak yang terus bergulir tidak pernah menyurutkan semangat para guru sekolah yang berdedikasi. Hal tersebut tampak pada guru-guru di SDN Guntur 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang membimbing siswa-siswinya menoreh sejumlah prestasi.

Kepala sekolah SDN Guntur 09 Pagi Jakarta Selatan Irwan Irawan menuturkan, “walaupun matahari terbit dari barat, saya dan para guru sepakat dengan segenap pikiran, tenaga dan kemampuan yang serba terbatas ini akan membuktikan, memperjuangkan dan membangun dunia pendidikan untuk lebih maju dan berkembang lagi guna terwujudnya program pemerintah [WAJAR 9 tahun -red], khususnya di kota Jakarta ini, bagi segelintir masyarakat luas di luaran sana menganggap dunia pendidikan sedang carut marut,” tegas Irwan.

“[Namun] kami perlu meluruskan dan menjelaskan pada masyarakat, tidak semua sekolah tidak bagus, janganlah kami disama ratakan, “tiada gading yang tak retak” salah satu contohnya ada di sekolah kami ini, siswa dan siswinya berprestasi, dan mendapat Juara III di perlombaan olahraga se-Jakarta selatan di tingkat SDN, cabang sepak takraw yang diselenggarakan pada 24/4/2016 di GOR Pesanggrahan,” jelasnya.

Lebih lanjut Irwan menuturkan pada KM, pada saat kegiatan lomba berlangsung, biaya akomodasi siswa-siswi yang mengikuti perlombaan semuanya pihak sekolah yang bertanggung jawab. “Akan tetapi kami ikhlas, demi anak-anak didik kami yang telah kami anggap seperti anak sendiri, itulah bentuk pengabdian, sumbangsih dan pengorbanan kami untuk anak didik dan dunia pendidikan, semoga dikemudian hari semua anak didik kami menjadi orang yang berguna bagi agama dan nusa bangsanya,” tukasnya.

Advertisement

Pernyatan Irwan Diamini oleh guru olahraga, Nur. “Siswa-siswi disekolah ini sebetulnya baik dan smart, namun yah namanya anak-anak masih perlu bimbingan dan binaan untuk menjadi lebih baik lagi, jangan lupa anak-anak kita ini aset berharga bangsa Indonesia yang perlu kita pelihara dan kita jaga, agar tidak terjerumus kemaksiatan,” ungkap Nur.

Kepsek juga menghimbau agar para orangtua murid lebih berproaktif mengawasi tingkah laku anak-anaknya. “Kita bersama saling menjaga aset yang berharga kita ini, untuk kemajuan bangsa Indonesia khususnya didunia pendidikan,” tambahnya.

“Tak lupa kami berpesan untuk para adik-adik kelasnya supaya mencontoh kakak kelasnya yang berprestasi seperti ini, dan bagi kakak kelasnya ikut membimbing adek-adeknya dengan begitu kita semua bisa saling bersinergi, jadilah anak yang membanggakan bagi kedua orang tua dan gurumu,” tutup Irwan. (Rully)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*