Sekolah Pribadi Depok Gelar Kurban 60 Sapi

Petugas kurban dari Sekolah Pribadi melakukan pemotongan hewan kurban, Senin 12/9 (dok. KM)
Petugas kurban dari Sekolah Pribadi melakukan pemotongan hewan kurban, Senin 12/9 (dok. KM)

DEPOK (KM) – Hari raya Idul Adha disambut oleh semua umat Islam di penjuru dunia dengan suka cita. Tak terlewatkan pula oleh umat islam yang berada di wilayah kota Depok, seperti di SMA Pribadi Depok yang menyalurkan daging kurban kepada masyarakat, Senin 12/9. Penyembelihan hewan kurbannya sendiri dilakukan selepas melaksanakan shalat Idul Adha berjamaah di rumah pemotongan Hewan (RPH) Tapos, Depok.

Informasi yang diberikan perwakilan Yayasan Sekolah Pribadi, Yusuf, pihak sekolah setiap tahun mengadakan pemotongan hewan kurban. “Untuk tahun ini berjumlah 60 sapi yang diberikan atas partisipasi orang tua siswa. Kami selalu bekerja sama dengan H. Doni sebagai pemasok hewan qurban yang sudah terpercaya, juga kami pilih rumah pemotongan hewan ini karena sarana pendukungnya lengkap baik tenaga untuk kebersihanya, alat pegang hewan kurbannya yang sudah gunakan mesin otomatis plus dokter hewannya pun selalu kontrol hewan yang akan disembelih,” jelas pria berkebangsaan Turki ini.

Advertisement

“Untuk tahun ini termasuk menurun ketimbang tahun lalu bisa mencapai 100 ekor sapi. Hewan kurban ini setelah disembelih akan segera di distribusikan ke wilayah Depok pinggiran seperti Cilebut, Citayam, Bojong Gede, Bojong Sari, juga memasuki wilayah Tangerang kabupaten,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses ini, pihak sekolah menugaskan 100 petugas yang terdiri dari siswa SMA kelas X, XI dan para mahasiswa serta staf yang ada. Pihak humas sekolah Pribadi mengatakan bahwa dirinya cukup percaya dengan siswanya “yang turut membantu dalam kepanitiaan kurban ini.”

Selain program pembagian daging kurban, Humas Sekolah pribadi juga memaparkan tentang program unik lainnya di sekolah itu. “Sekolah Pribadi memiliki kurikulum unik yang mencakup standar nasional pendidikan Indonesia dan topik mata pelajaran SAT (Scholastic Assessment Test), yang merupakan salah satu faktor penting untuk memasuki universitas-universitas peringkat atas di dunia. Kurikulum yang khusus karena menyatukan teori ilmiah dan kejadian sehari-hari,” tegas Humas Pribadi. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*