Presiden: “Sanksi Untuk Korupsi Belum Berikan Efek Jera”

Presiden RI, Joko Widodo (stock)
Presiden RI, Joko Widodo (stock)

JAKARTA (KM) – Presiden Joko widodo mengundang sejumlah pakar hukum ke Istana Presiden, Jakarta, untuk membahas serta memberikan masukan terhadap sistem hukum yang saat ini sudah ada.

Dalam pertemuan yang berlangsung, sebanyak 22 pakar hukum hadir, diantaranya mantan Wakil Ketua MK Harjono, Mantan Hakim MK Maruarar Siahaan, Ketua Pusat Studi Konstitusi Saldi Isra, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Mantan Ketua PPATK Yunus Husein, dan dan mantan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah.

Menurut Presiden, akhir-akhir ini ditemukan masih banyak pejabat yang suka menjual pengaruh dari jabatan yang di embannya dan tidak malu lagi untuk melakukan korupsi.

Advertisement

“Kita temui akhir-akhir ini, baik yang berkaitan dengan korupsi, dan bahkan di tingkat elite pimpinan lembaga yang terkait dengan perdagangan pengaruh,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Presiden juga menilai, dalam penegakan hukum di setiap pengungkapan kasus sudah berjalan dengan baik namun sanksi yang di terima masih sangat jauh dari yang diharapkan dan belum memberikan efek jera kepada pelaku korupsi.

“Sampai saat ini juga penegakan hukum kita yang kita lihat juga belum memberikan efek jera terhadap korupsi, baik sisi hukuman atau tuntutan,” ungkap Jokowi. (Irfan Damar Sinaga)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*