Misteri Keranda Terbang Gemparkan Warga Sawangan

Fitri, salah satu saksi mata insiden keranda terbang di Sawangan, Depok. (Dok. KM)
Fitri, salah satu saksi mata insiden keranda terbang di Sawangan, Depok. (Dok. KM)

DEPOK (KM) – Keranda terbang kini tengah ramai diperbincangkan oleh warga di daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat. Isu ini membuat resah banyak anak-anak dan ibu-ibu setempat yang takut keluar rumah setelah matahari terbenam.

Menurut Fitri (36), warga RT 01/04, Sawangan Baru, Depok, Selasa 16/8, isu keranda ini muncul karena ada beberapa warga yang melihat. Termasuk juga Edi Supini, ketua RT 01/04.

“Mulai akhir Juli, saya lupa harinya, ada seorang tukang sayur jam 2 pagi mau belanja ke pasar. Di tengah perjalan dia lihat ada keranda berjalan sendiri, sehari kemudian suami dan anak saya pun melihat hal yang sama,” terang Fitri kepada KM.

“Rata-rata (menurut) mereka yang melihat, keranda itu terbuat dari kayu bambu dan seperti terbang sepundak orang dewasa, seperti ada yang menggotong,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi awak KM, Edi Supeni mengamininya. “Percaya tak percaya, saya beserta beberapa warga pernah melihat kejadian tersebut, beberapa waktu lalu. Pas keliling ronda saya mampir di mushola, duduk-duduk waktu itu memang malam terasa lain, lebih sunyi, lalu saya melihat seperti ada keranda berjalan sendiri tanpa ada yang mengangkat. Habis itu saya panik dan lari ke pos ronda,” tegas Ketua RT itu.

Advertisement

Ia mengatakan bahwa memang sebelum malam kejadian itu, banyak warga melapor hal itu. Isu ini membuat warga resah. “Warga jadi resah, mereka nggak berani keluar rumah malam-malam, kebanyakan ibu-ibu sama anak-anak,” ujarnya.

Isu ini mulai mereda setelah polisi datang dan memberi himbauan dan arahan. “Siskamling perlu ditingkatkan dan jangan sungkan-sungkan bagi warga yang melihat kejadian tersebut  segera melapor ke polisi Bhabinkamtibmas di Polsek Sawangan, kami siap siaga 24 jam,” terang Heri, anggota Polsek Sawangan.

Ia mengungkapkan bahwa kejadian berbau mistis tersebut ada kemungkinan rekayasa yang bisa membuat situasi rawan kejahatan. “Karena takutnya ada rekayasa sehingga rumah-rumah rawan kemalingan. Sekarang sih sudah mulai normal di sini,” tegasnya. (Lie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*