Anggota DPRD Bogor: “Warga Villa Nusa Indah Jenuh dengan Janji Pemkab”

lilis hanura kunjungi korban longsor cibunian
Politisi Partai Hanura Hj Lilis Sutiarsih mengunjungi korban longsor di desa Cibunian, Pamijahan, Kab Bogor Senin 23/11 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Rencana warga Villa Nusa Indah, Desa Bojong Kulur Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor untuk bereksodus ke Kabupaten Bekasi menuai banyak reaksi dari berbagai kalangan masyarakat dan para anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Rencana eksodusnya warga didasari kurang tanggapnya Pemerintah Kabupaten Bogor menanggapi keluhan dan permintaan penanganan banjir yang menjadi langganan di setiap musim penghujan di kawasan pemukiman mereka.

Menanggapi rencana warga Villa Nusa Indah, salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor komisi IV, Lilis Sutiarsih mengatakan, “Saya kira itu tidak mungkin mereka meninggalkan Kabupatennya sendiri, kita sudah rapatkan, harus bersama-sama dengan anggota DPRD yang lain bagaimana supaya ada solusinya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan aturan yang berlaku dan undang-undang yang ada.”

“Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi, mereka jenuh dengan janji-janji yang di berikan oleh pemerintah yang belum terealisasi,” kata politikus partai Hanura ini kepada Kupas Merdeka, Rabu (25/5).

Advertisement

“Bagaimana Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia, kalau keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakatnya di abaikan. Peran Pemerintah harus di nomor satukan untuk hal-hal seperti ini,” ujarnya.

“Silpa tahun 2015, 1,3 trilyun. Berarti semua anggaran tidak terserap, hal-hal seperti ini harus cepat tanggap, meningkatkan pelayanan publik, sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat harus nomer satu dan harus bekerjasama antara pemerintah dan legislatif,” tegas Lilis.

Di konfirmasi lewat media Whatsapp, Adi Suardi anggota DPRD Kabupaten Bogor dari fraksi Gerindra menjelaskan, “Sebetulnya penanganannya sudah, cuma kurang, belum maksimal dan lambat. Memang daerah Villa Nusa Indah langganan banjir, sudah ada pembuatan tanggul beton, karena ada pertemuan dua kali besar, kali Cikeas dan kali Cileungsi mengakibatkan meluapnya banjir yang merendam daerah tersebut.” (Dian Pribadi)⁠⁠⁠⁠

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*