Jual LKS, Kepala MTsN 3 Bogor Langgar Peraturan Menteri
BOGOR (KM) – Meski dilarang jual buku LKS sesuai Permen no. 2 tahun 2008 pasal 11, tampaknya hal itu tidak berlaku bagi kepala sekolah MTs Negeri 3 Bogor, yang beralamat di Jalan Raya Pemda Karadenan, Kecamatan Cibinong. Pasalnya, sekolah tersebut masih melakukan praktek jual Buku Lembar Kerja Siswa (LKS).
Padahal sudah jelas-jelas diatur dalam Permen no. 2 tahun 2008 pasal 11 dan disebutkan dengan jelas agar pihak sekolah tidak boleh menjadi pengecer dan distributor buku. Menjual buku LKS kepada siswa merupakan hal yang dilarang dan merupakan indikasi korupsi di sekolah tersebut.
Seperti pemberitaan sebelumnya, saat KM mencoba kroscek ke sekolah tersebut, kepala sekolah MTS Negeri 3 Bogor membenarkan jika sekolah yang dipimpinnya menjual buku LKS kepada siswanya.
“Kami memang menjual buku kepada siswa namun itu bukan paksaan siapa saja yang berminat, yang tidak membeli tidak apa-apa karena tidak ada paksaan,” ujar Kepsek Lili kepada KM, beberapa hari lalu.
Lili menjelaskan, buku paket yang ditawarkan ke siswa sebanyak 17 buku. “Semuanya ada 17 buku mata pelajaran,” tuturnya.
Dari informasi yang didapat, buku paket tersebut dijual dengan harga 190 ribu per paketnya. Sementara keseluruhan siswa di MTs Negeri Bogor ada 1.300 siswa yang dibagi 31 ruang kelas belajar.
Sementara saat Kupas Merdeka mengkonfirmasikan hal ini pada Kasi pendidikan Madrasah Mat Nur di kantornya, dirinya mengecam kalau ada pihak pihak sekolahan menjual buku LKS, karena sekolahan sifatnya bukan tempat menjual barang melainkan tempat belajar mengajar.
Ketika disinggung KM apa sanksi yang harus diberikan pada kepala sekolah yang telah melakukan di luar tupoksinya, Mat Nur tidak bisa memberikan penjelasan. “Itu bukan tupoksi saya, ada pimpinan yang lebih berhak,” ujarnya. (Wawan S)
Memang bgtu kok disana bobrok,sklohan agama gk mencerminkan agama. Adek saya banyak banget bayar ketek bengeknya udah dibayar dibilang belum. Beli lks ngumpet2 di kampung samping sman 2. Audit tuh guru2nya sekalian sangsi semuanya uang semua. Audit tuh gurunya yg namanya irwan rahayu, yeni mulyani tuh klo bisa semuanya
baru tau kalo sekolah gk boleh jual beli LKS. Sekarang di MTSN 3 Bogor gk ada paksaan buat beli buku LKS tapi terkesan wajib banget beli kalo gk, gk bisa ikutin pelajaran dari gurunya. Ntah dari kapan praktek ini berlangsung, tapi seharusnya udah cukup untuk membuat kepala sekolahnya masuk neraka.