Ternyata, Korban Penembakan Koboi Oknum TNI Anggota BPPKB Banten

Korban Penembakan aksi Koboi TNI yang tewas ditembak di Cibinong, Selasa 3/11
Korban Penembakan aksi Koboi TNI yang tewas ditembak di Cibinong, Selasa 3/11

BOGOR, 5/11 (KM) – Pasca aksi koboi jalanan dalam aksi penembakan yang telah memakan korban tewas di tempat yakni Alm. Marsin Sarmani alias Japra (40) oleh seorang pengendara mobil di Jalan Mayor Oking, depan SPBU Cibinong, kasus itu terus berkembang.

Diketahui, pelaku penembakan adalah oknum Anggota TNI AD berpangkat Sertu berinisial YY, anggota Intel Taipur Kostrad Cilodong, Kota Depok. Korban tewas, yaitu Japra, selain karyawan CV Bahir Electrik, perusahaan alat-alat listrik yang berkantor di Cibinong, ternyata juga merupakan salah satu anggota Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong perwakilan wilayah Bogor.

Menurut pembina/penasehat BPPKB Banten Kecamatan Cibinong perwakilan Bogor, H. Munin Ni’in mengatakan pihaknya sangat menyayangkan terkait tragedi berdarah itu sampai merenggut nyawa seorang warga Kabupaten Bogor dan juga merupakan salah satu anggota keluarga BPPKB Banten Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong.

“Kami tak menyangka almarhum Marsin Sarmani alias Japra korban penembakan harus meninggal dengan cepat hanya karena persoalan sepele di jalan raya. Seharusnya, aparat penegak hukum seperti TNI AD ini mestinya melindungi masyarakatnya, bukan sebaliknya bergaya seperti koboi jalanan main tembak saja,” ujar H. Munin pada kupasmerdeka.com, Kamis (5/11/2015).

H. Munin Ni'in, Penasehat BPPKB  Kecamatan Cibinong.

Advertisement
H. Munin Ni’in, Penasehat BPPKB Kecamatan Cibinong.

Munin menyayangkan tragedi berdarah ini karena dampaknya tentu masyarakat lainnya akan merasa takut oleh pelindung negara tersebut atas peristiwa itu. Seharusnya, warga merasa terlindungi oleh mereka (Aparat Negara) bukan malah sebaliknya, hanya gara-gara persoalan sepele dijalan saja nyawa harus hilang.

“Mengapa harus terjadi seperti ini yang merenggut nyawa orang lain hanya gara-gara sepele, bahkan aparat harus bikin panutan ke masyarakat, bukan malah tindakan konyol seperti itu, dimana rasa kemanusiaan dan nalurinya?” Imbuhnya.

Dirinya pun berharap, mudah-mudahan peristiwa seperti ini di kemudian hari tidak terjadi kembali kepada siapapun di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Serta, sambung Ahmad, bagi aparat hukum kedepan ataupun prajurit NKRI bisa lebih memiliki rasa kemanusiaan dan memiliki rasa melindungi kepada masyarakatnya demi keutuhan kesatuan negaranya ini.

“Kami disini atas nama keluarga besar BPPKB Banten berharap tragedi ini tidak terjadi kepada Japra-Japra dimanapun, dan mari kita jadikan ini sebagai pembelajaran yang sangat berharga. Kami pun, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang ditinggalkan dan semoga Almarhum mendapat sisi terbaik disana, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT, amin Ya Robbal Alamin,” pungkasnya. (Sahrul)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*