Presiden Mahasiswa BEM UMBARA: Pelantikan Bukan Seremoni, Tapi Awal Tanggung Jawab Gerakan
Bogor (KM) – Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (BEM UMBARA) Kabinet Resonansi Transformasi menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek kebijakan.
Presiden Mahasiswa UMBARA, M. Afif Zaelani, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal pengabdian dan tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kampus, masyarakat, dan bangsa.
“Pelantikan ini bukan tentang pergantian jabatan, tetapi tentang komitmen. Komitmen untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang berpihak, kritis, dan solutif. Kami tidak ingin BEM hanya hadir dalam simbol, tetapi nyata dalam kerja dan keberpihakan,” tegas Afif.
Mengusung tema “Resonansi Transformasi: Menyusun Arah Baru, Menggerakkan Perubahan Bersama”, Kabinet Resonansi Transformasi berkomitmen membangun sinergi antara mahasiswa, civitas akademika, dan pemangku kepentingan, tanpa meninggalkan sikap kritis sebagai ruh gerakan mahasiswa.
Afif menambahkan bahwa BEM UMBARA ke depan akan menjadi ruang kolektif bagi gagasan, advokasi, dan aksi nyata, khususnya dalam merespons persoalan-persoalan strategis di lingkungan kampus maupun isu sosial yang lebih luas.
“Mahasiswa harus hadir sebagai penjaga nurani, penggerak perubahan, dan mitra kritis bagi siapa pun yang memegang kekuasaan. Kami ingin memastikan bahwa suara mahasiswa tetap lantang, namun bertanggung jawab,” lanjutnya.
Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian agenda strategis BEM UMBARA, mulai dari konsolidasi internal, penguatan kaderisasi, hingga program kerja yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.
Dengan semangat kolektif dan nilai perjuangan, BEM UMBARA Kabinet Resonansi Transformasi siap melangkah, menyusun arah baru, dan menggerakkan perubahan bersama.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment