Seorang Kepala SMP di Cilincing Tewas Diduga Gantung diri, Ujian Semester Ditunda
Jakarta (KM) — Suasana sebuah sekolah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, mendadak gempar setelah seorang kepala sekolah berinisial W ditemukan tewas gantung diri di ruang guru pada Senin (1/12/2025) pagi. Peristiwa tersebut membuat para guru dan wali murid yang sedang berada di lokasi histeris dan tidak mampu menahan tangis.
Pasalnya seorang kepala sekolah SMP Syahid 2 di Cilincing, Jakarta Utara ditemukan meninggal dunia diduga karena gantung diri di lingkungan sekolah pada Senin (1/12/2025).
Insiden tragis ini pertama kali diketahui ketika sejumlah guru dan wali murid masuk ke ruang guru untuk melakukan transaksi pembayaran administrasi ujian sekolah. Ketika pintu ruang guru dibuka, mereka mendapati W, yang diketahui berusia 48 tahun, sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kejadian itu sontak membuat kepanikan meluas ke seluruh lingkungan sekolah. Aktivitas belajar mengajar dihentikan seketika, dan pihak sekolah memutuskan memulangkan seluruh siswa demi menjaga ketenangan dan menghindari trauma bagi anak-anak.
Informasi soal temuan jasad kepala sekolah ini turut beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @jakut_update.
“Hari ini Senin 1/12/2025 kepala sekolah SMP Syahid 2 ditemukan tewas tergantung di sekolah SMP Syahid 2 RW 02 Cilincing Jakarta Utara,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri saat dikonfirmasi awak media mengatakan buntut insiden kepala sekolah (kepsek) berinisial W (48) yang ditemukan tergantung di ruang kepsek. Kegiatan ujian semester siswa SMP Syahid 2 Cilincing, Jakarta Utara ditunda
“Kebetulan lagi ujian, yang hari ini ujian ditunda jadi hari Senin depan. Untuk besok tetap pelaksanaan ujian,” ucap Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025).
Bobi menambahkan kematian korban pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh petugas kebersihan sekolah, Rika Aryani. Saat itu, saksi mengecek ke ruang kepsek dan terkejut saat mendapati korban sudah tak bernyawa.
“Kepala sekolah datang ke sekolah hari minggu sekitar jam 4, masuk ke ruangan, setelah itu enggak pernah lihat lagi,” tambahnya.
Disampaikan Bobi, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kasus kematian tersebut. Termasuk, menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Sedang kita dalami untuk mengetahui motifnya. Biar jelas, mohon waktu,” ujarnya.
Reporter: Rwn
Leave a comment