Puluhan Mahasiswa Geruduk Pemkot Bogor, Desak Copot PLT Dirut RSUD Kota Bogor
Bogor (KM) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pemuda Bogor Bersatu (PBB) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kota Bogor, Senin (1/12) menuntut pembenahan serius terhadap memburuknya tata kelola pelayanan kesehatan di Kota Bogor.
Dalam aksinya, massa menyampaikan kritik keras terhadap Pemerintah Kota Bogor, khususnya terkait kinerja Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama RSUD Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan. PBB menilai pejabat tersebut tidak layak menduduki jabatan strategis tersebut karena dianggap gagal menyelesaikan berbagai persoalan krusial di sektor kesehatan.
“Pemerintah Kota Bogor telah mengambil keputusan keliru. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mampu menyelesaikan persoalan di internal Dinas Kesehatan justru diberi tambahan tanggung jawab memimpin rumah sakit daerah?” tegas salah satu orator aksi.
PBB menyoroti sejumlah kegagalan fatal, di antaranya:
1. Lemahnya pengawasan layanan kesehatan yang mengakibatkan berbagai persoalan tidak terselesaikan dengan baik.
2. Kasus dugaan malpraktik di RSIA Nuraida yang menyebabkan seorang pasien lumpuh permanen. Hingga hari ini, belum ada penanganan transparan dan akuntabel dari pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan, sehingga memicu kekecewaan publik.
3. Pembangunan Gedung Public Safety Center (PSC) 119 di lingkungan Dinas Kesehatan dengan anggaran Rp6,4 miliar, namun hasil konstruksinya ditemukan banyak retakan. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya kelalaian, proses pembangunan yang tidak sesuai standar, dan potensi penyimpangan anggaran.
Menurut massa aksi, berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa pejabat terkait tidak memiliki kemampuan manajerial dan integritas yang memadai untuk memimpin institusi layanan kesehatan yang menyangkut keselamatan publik.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment