Aktivis JANGKAR Tantang Ketua BAZNAS Kota Bogor untuk Buka Transparansi dan Izinkan Audit Publik
Bogor (KM) – Aktivis Jaringan Koalisi Rakyat (JANGKAR) kembali menyuarakan desakan keras terhadap Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor. JANGKAR secara tegas menantang Ketua BAZNAS Kota Bogor untuk membuka seluruh informasi terkait pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang selama ini dihimpun dari masyarakat.
Tantangan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas minimnya transparansi dan akuntabilitas yang dinilai merugikan kepercayaan publik. Para aktivis menyatakan bahwa dana umat harus dikelola secara profesional, terbuka, dan bebas dari intervensi berkepentingan.
1. Desakan Transparansi Penyaluran Bantuan
JANGKAR menuntut BAZNAS Kota Bogor segera membuka data penyaluran bantuan kepada publik. Mereka menilai masyarakat berhak mengetahui ke mana dana zakat dan sedekah disalurkan, apakah benar sampai kepada golongan penerima yang sah, serta apakah proses penyalurannya dilakukan secara adil dan akurat.
“Dana umat bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan amanah yang wajib diumumkan secara terbuka. Kami menantang Ketua BAZNAS untuk membuktikan transparansi itu, tegas salah satu orator JANGKAR.
2. Tuntutan Keadilan dalam Distribusi
JANGKAR juga menyoroti pentingnya keadilan dalam distribusi bantuan. Mereka menolak praktik penyaluran yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan mustahik, terutama apabila terdapat dugaan pembagian bantuan yang dipengaruhi oleh rekomendasi atau kedekatan politik.
Massa mendesak agar BAZNAS kembali pada prinsip dasar pengelolaan zakat: tepat sasaran, tepat golongan, dan sesuai ketentuan syariah serta peraturan perundang-undangan.
3. Permintaan Audit Publik
Sebagai bentuk kontrol sosial, para aktivis meminta BAZNAS mengizinkan mereka melakukan audit publik terhadap laporan keuangan dan pembukuan beberapa bulan terakhir.
Audit ini disebut sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh dana umat dikelola secara benar, profesional, dan tanpa adanya penyimpangan.
Audit publik adalah langkah sederhana jika BAZNAS merasa tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami hanya ingin memastikan amanah umat benar-benar dijaga, ujar JANGKAR.
JANGKAR menegaskan bahwa tuntutan ini bukan serangan terhadap lembaga keagamaan, melainkan bentuk kepedulian masyarakat agar lembaga pengelola zakat tetap bersih, dipercaya, dan bebas dari penyalahgunaan.
Mereka menyatakan akan terus mengawal isu ini sampai BAZNAS Kota Bogor menunjukkan komitmen nyata terhadap transparansi dan akuntabilitas yang selama ini dijanjikan.
Reporter: Ki Medi
Leave a comment