Reshuffle Kilat: Prabowo Robohkan Dua Pilar Solo

Jakarta (KM) – Presiden Prabowo Subianto kembali mengguncang panggung politik nasional. Kamis, 1 Oktober, ia merombak kabinet untuk ketujuh kalinya.

 

Namun kali ini, langkah reshuffle terasa berbeda: cepat, tegas, dan penuh pesan politik.

 

Jurnalis senior Bang Edy mengatakan dalam hitungan jam, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari kursi Kapolri dan digantikan Jenderal Suyudi Ario Seto. Komjen Wahyu Hadiningrat ditunjuk sebagai Wakapolri.

 

“Prosesnya berlangsung kilat: Surpres dikirim ke DPR, fit and proper test digelar, lalu pelantikan langsung dilakukan di Istana,” ungkapnya.

 

Listyo Sigit tidak sepenuhnya tersingkir. Ia dialihkan menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Namun, dari sudut pandang kekuasaan, Sigit dilucuti dari tongkat komando Polri yang selama ini dianggap sebagai simbol kuatnya pengaruh Jokowi di tubuh kepolisian.

 

Sementara Pratikno, arsitek teknokrasi Istana era Jokowi, justru benar-benar dilepas.

 

“Dengan dua nama ini keluar dari lingkaran inti, Prabowo mengirim sinyal jelas: ia ingin melepaskan diri dari bayang-bayang Solo,” ujar Bang Edy dalam analisanya.

 

Ia mengatakan langkah supercepat ini diyakini untuk mencegah manuver balik kubu status quo. Dalam tradisi politik dan intelijen, kecepatan adalah kunci.

 

“DPR diamankan, proses formalitas dijalankan, lalu pelantikan digelar sebelum publik sempat bereaksi,” ujarnya.

 

Suyudi, jenderal reserse murni, bukan bagian dari faksi Solo. Penunjukannya menandai dimulainya proses “De-Sigit-isasi” sekaligus “De-Jokowi-isasi” di tubuh Polri.

 

“Pergantian pucuk komando diperkirakan segera diikuti penataan ulang jajaran Kapolda dan posisi strategis lainnya,” ungkapan Bang Edy, Jumat (2/10/2026).

 

“Dengan robohnya dua pilar utama—Listyo Sigit dan Pratikno—ruang gerak kubu Solo makin sempit. Satu benteng terakhir yang tersisa adalah posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Ke depan, kubu Solo diperkirakan akan mengandalkan jaringan relawan dan isu publik sensitif untuk bertahan,” ungkapnya.

 

Reshuffle 1 Oktober menjadi penanda jelas: Prabowo Subianto kini memegang kendali penuh atas jalannya republik. Tanpa bayang-bayang, tanpa patron lama.

 

Reporter: rso

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.