Tuding Ada Persekongkolan Jahat untuk Pindah Tangan Properti, Warga Bogor Selatan Gugat Oknum Hingga Wali Kota Bogor ke Pengadilan

Surat gugatan Perbuatan Melawan Hukumoleh Yunio & CO. Law Firm dok. KM)
Surat gugatan Perbuatan Melawan Hukumoleh Yunio & CO. Law Firm dok. KM)

BOGOR (KM) – Warga Kecamatan Bogor Selatan Deasy Aryani (50) melalui Kuasa Hukum Yunio & Co menggugat oknum berinisial WS, HS, hingga pihak Kelurahan Harjasari, Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) Camat Bogor Selatan dan Wali Kota Bogor dalam gugatan nomor 032/pdt.G/2020/PN.BGR atas dugaan persekongkolan/pemufakatan jahat secara bersama. Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Deasy.

“Seseorang yang berinisial WS mengklaim dirinya telah melakukan transaksi jual beli dengan klien kami, dengan Akta Jual Beli (AJB) No. 355/2017, yang dibuat dihadapan PPATS Camat Bogor Selatan Sujatmiko [sekarang Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bogor],” ungkap kuasa hukum dalam pers rilis kepada KM, Selasa 7/4.

“Namun klien kami menyatakan hal yang dibuat oleh oknum WS adalah bohong. Klien kami belum pernah melakukan transaksi jual beli dengan WS, apalagi dihadapan PPATS Bogor Selatan Kota Bogor. Melihat muka Camat pun klien kami tidak pernah lihat,” tambah Kuasa Hukum.

“Ini berawal di saat klien kami meminta bantuan jasa kepada HS untuk melakukan proses sertifikasi atas AJB No.194/2014 antara Adang dan Dessy Aryani. Akan tetapi HS dari bujuk rayunya WS, akhirnya HS menggadaikan AJB tersebut kepada WS, dengan harga gadai di angka Rp75 juta, itu dibuktikan dengan kwitansi tertanggal 31 Oktober 2016.”

Advertisement

“Sehingga AJB atas nama Dessy Aryani tersebut dikuasai oleh WS,” jelas Kuasa Hukum.

“Lalu WS mendatangi klien kami untuk meminta tanda tangan surat pernyataan serah terima AJB No. 194/2014 atas nama miliknya kepada WS, akan tetapi klien kami menolak permintaan WS. Namun WS bersikukuh memaksa klien kami, yang pada akhirnya dengan sangat terpaksa melakukan tandatangan surat pernyataan serah terima yang sebelumnya dibuat oleh WS.”

“Setelah surat pernyataan tersebut di tandatangani, WS membuat AJB tanpa sepengetahuan klien kami dan suami (harta bersama). Dan klien kami tidak pernah sama sekali menghadap PPATS Camat Bogor Selatan Kota Bogor dan menandatangani Akta Jual Beli (AJB) No. 355/2017 tersebut,” lanjut pernyataan itu.

“Kami melakukan upaya proses penegakan hukum untuk klien kami, serta memperjuangkan kemanusiaan, dari ulah oknum WS, HS dan PPATS Camat Bogor Selatan, sehingga klien kami kehilangan harta bendanya yang paling berharga,” pungkasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*