HJB ke- 542: Babarengan, Akur dan Makmur

BOGOR (KM) – Tema Hari Jadi Bogor ke-542 tahun 2024 adalah “Babarengan, Akur dan Makmur”, sebagaimana dilansir oleh situs resmi Kabupaten Bogor.

 

Tema ini mencerminkan komitmen untuk memperkuat sinergi antara berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait guna mencapai kemakmuran bersama.

 

Melalui tema ini, diharapkan semangat kebersamaan dan keharmonisan dapat terus ditingkatkan, mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di Kabupaten Bogor.

 

Filosofi Logo Hari Jadi Bogor ke-542 Tahun 2024

  1. Angka “542” Hari Jadi Bogor

– Angka 542 dengan ilustrasi dinamis yang mengarah ke atas melambangkan adaptabilitas dan kemajuan yang terus menerus.

 

  1. Tugu Landmark Kabupaten Bogor

– Identitas Kabupaten Bogor digambarkan dengan logo Kabupaten Bogor yang dijaga oleh Kujang, simbol budaya dan sejarah daerah.

 

  1. Angka Saling Berkaitan

– Angka-angka yang saling berkaitan menggambarkan sinergi antara semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam membangun Kabupaten Bogor.

 

  1. Ilustrasi Totopong

– Totopong, ikat kepala khas Sunda, melambangkan identitas yang menghargai sejarah dan kebudayaan Sunda.

 

Makna Penggunaan Warna pada Logo Hari Jadi Bogor ke-542 Tahun 2024

  1. Hijau – Melambangkan kekayaan alam yang melimpah di Kabupaten Bogor.
  2. Biru – Melambangkan ketentraman masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan ketenangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.
  3. Kuning – Melambangkan semangat untuk mewujudkan kemakmuran serta cita-cita Tegar Beriman.
  4. Merah – Mengingatkan pada sejarah, budaya, filosofi leluhur, dan identitas yang selalu dijaga.
  5. Ungu – Melambangkan inovasi dalam pembangunan, pelayanan, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

 

Sejarah Hari Jadi Bogor

Tanggal 3 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Bogor, bertepatan dengan pelantikan Raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja, pada 3 Juni 1482. Upacara pelantikan ini berlangsung selama sembilan hari dan disebut “Kedabhakti”.

 

Nama “Bogor” memiliki beberapa teori asal-usul:

– Buitenzorg: Nama resmi dari masa penjajahan Belanda.

– Bahai: Berarti Sapi, terkait dengan patung sapi di Kebun Raya Bogor.

– Bokor: Berarti tunggul pohon enau (kawung).

 

Dalam sejarah lain, nama Bogor tertulis sebagai “Hoofd Van de Negorij Bogor” yang berarti Kepala Kampung Bogor, lokasi yang kini menjadi Kebun Raya Bogor. Pada tahun 1745, Gubernur Jendral Gustaf Willem Baron van Imhoff mengembangkan Kampung Bogor menjadi kesatuan masyarakat yang besar, yang kemudian menjadi inti masyarakat Kabupaten Bogor.

 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, pusat pemerintahan Kabupaten Bogor dipindahkan ke Cibinong. Kantor pemerintahan di Cibinong telah ditempati sejak tahun 1990.

 

Redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*