Sungai Cidangdeur Cigudeg yang Tercemar Diduga Akibat Pertambangan Galian C

BOGOR (KM) – Sungai Cidangdeur yang ada di Kp. Kadaung Desa Rengasjajar, kecamatan Cigudeg, kabupaten Bogor, kembali menjadi berwarna coklat tanah / keruh, pada Rabu (8/5).

Tercemarnya aliran air tersebut diduga Imbas dari aktivitas salah satu pertambangan galian Tipe C yaitu PT MBS yang secara wilayah kini sudah masuk di dua desa, Desa Batujajar dan Desa Rengasjajar Cigudeg – Bogor.

Ketika masyarakat sekitar sungai (sebut saja XX) memberikan keterangan kepada awak media, dia mengeluhkan kejadian tersebut bukan yang pertama terjadi.

“Udah beberapa hari hampir setiap sore kaya gini (keruh), Kasin sama yang di hilir sungai,” jelasnya kepada kupasmerdeka.com .

“Liat aja besok ke leuwi kebo (lokasi), cerahnya aja kaya gini apalagi hujan,” tambahnya.

Ditempat berbeda, Dedi yang mewakili PT MBS ketika dikonfirmasi kupasmerdeka.com mengatakan, dirinya sudah mengutus pekerja untuk melihat langsung ke lokasi agar bisa secepatnya mencari solusi atas kejadian tersebut.

“Kemarin ketika saya dapat info, saya langsung berkomunikasi dengan beberapa atasan untuk meninjau lokasi yang dimaksud, bukan tidak percaya akan tetapi tinjauan yang kami lakukan untuk mencari solusi agar kedepannya tidak terjadi lagi hal demikian,” jelas Dedi ketika ditemui di kantornya (10/5).

“Perlu diketahui juga, itu terjadi karena hujan dihulu air cikaroya ini, sedangkan diwilayah kita cerah, makanya ketika aliran air yang dari sini bertemu di muara yang aliran airnya dari rahong jelas berbeda warna. Hulu air disini kan beda dengan hulu aliran sungai tersebut, jadi contohnya disini hujan otomatis pasti keruh air yang mengalir, lalu di hulu sungai Cidangdeur cerah tidak hujan ya pasti tidak akan keruh, makanya bisa seperti itu,” tambahnya.

“Setelah kita bahas, dalam waktu dekat rencananya akan kita buatkan penampungan air sebelum mengalir ke sungai Cidangdeur, jadi akan kita buat semacam pengendapan dulu supaya lumpur tidak terbawa arus air ke hilir,” ujarnya.

Reporter: Septiawan

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*