PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri Diduga Masih Kelola Minyak Mentah Ilegal Dari Sumsel dan Tidak Berizin!

T. Sumber Berkat Jaya Mandiri Diduga Masih Melakukan Pengolahan Minyak Mentah Ilegal Dari Sumatera Selatan dan Tidak Berizin. Di Jalan Industri Raya II, Bunder, Kawasan FACTO Blok E Nomor 11 - 14 Kecamatan Cikupa Kota Tangerang, Banten, Senin (06/05/2024) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM).

TANGERANG (KM) – Pengolahan minyak mentah ilegal dari Sumatera Selatan diduga masih terus dilakukan oleh PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri yang berlokasi di Jalan Industri Raya II, Bunder, Kawasan FACTO Blok E Nomor 11 – 14 Kecamatan Cikupa Kota Tangerang, Banten, Senin (13/05/2024).

Perusahaan ini sudah bediri dan beroperasi sejak 10 Maret 2011 lalu, yang bergerak di dalam lingkup penyediaan jasa angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan olahan migas dengan memiliki armada pengangkutan BBM dengan volume angkut dari 8.000 liter sampai yang terbesar 32.000 liter.

Tujuan menampung minyak mentah ilegal dari Sumatera Selatan dan diolah kembali supaya menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar yang siap diedarkan ke salah satu contohnya perusahaan swasta terbesar di Indonesia di Bekasi Jawa Barat yaitu PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia dan jumlah produksinya sangat mencengangkan karena sampai puluhan ton dalam sehari.

PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia ini bergerak di bidang pelumas pertama dan terbesar di Indonesia, dan telah menjadi pemrakarsa gerakan pemurnian energi lokal dengan orientasi pada kesadaran lingkungan akan sumber energi terbarukan dan fokus pada produksi pelumas berkualitas yang sesuai dengan standar internasional.

Dugaan Proses Pemindahan Minyak Mentah Ilegal Dari Sumatera Selatan, dari Mobil Tangki Besar Ke Tangki Kecil untuk diendapkan, di PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri, Di Jalan Industri Raya II, Bunder, Kawasan FACTO Blok E Nomor 11 – 14 Kecamatan Cikupa Kota Tangerang, Banten, Senin (06/05/2024) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

Saat wartawan kupasmerdeka.com datang ke tempat PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri, dimana tempat penimbunan minyak mentah ilegal dan pengolahan pemasakannya (2 tempat berbeda dan berdekatan) melihat belasan kendaraan tangki biru putih dan tangki besar lewat keluar masuk PT tersebut, dan ada yang berasal dari Jabodetabek – Banten, Pulau Jawa Umumnya.

Sehingga, ketika wartawan kupasmerdeka.com mencoba masuk walaupun susah, untuk menemui salah satu perwakilan dari Bagian Umum PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri Hendrik. Dirinya menerangkan bahwa perusahaanya ini ada 3 dan berada tidak jauh dari lokasi pertama.

“PT kita kan ada tiga pak tempatnya berdekatan tidak jauh, masih di wilayah industri disini, diantaranya PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri, PT. Sinar Surya Maju Sentosa dan PT. Metro Utama Energi, lokasinya berdekatan tidak jauh masih di wilayah industri disini,” ucapnya saat ditemui di kantornya di Kota Tangerang, Sabtu siang (11/5/2024).

Namun, saat wartawan kupasmerdeka.com meminta izin operasi dari Kementerian Hukum dan HAM RI, ESDM, SKK Migas hingga Pertamina, dirinya berdalih tidak bisa memberikan karena kewenangan dari pimpinan perusahaan Surya Sujeni.

“Kita tidak ada berkasnya Pak, itu kewenangan dari pimpinan sendiri Bapak Surya Sujeni, nanti kita atur kembali untuk bisa bertemu dengan pimpinan,” ujarnya.

Hingga akhirnya wartawan kupasmerdeka.com juga mengambil 2 botol sampel bukti minyak mentah ilegal dari Sumatera Selatan dan yang satu BBM (Bahan Bakar Minyak) Solar yang sudah matang dan siap diedarkan.

Sampai saat ini, Hendrik enggan merespon kembali saat ditanyakan mengenai waktu untuk wawancara dengan pimpinannya. Bahkan, dirinya 2 kali memblok komunikasi melalui sambungan WhatsApp.

Perlu diketahui PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri pada 18 November 2014 sudah ditutup oleh Tipidter Bareskrim Mabes Polri karena tidak memiliki izin operasi dalam pengolahan minyak mentah ilegal dari Sumatera Selatan dan saat ini masih beroperasi lagi.

Sementara itu Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fahmy Radhi angkat bicara mengenai temuan ini. Menurutnya dia sudah mengetahui praktek minyak mentah ilegal sering terjadi di Banten.

“Di Banten itu kawasan industri terbesar ya, jadi saya sudah tau praktek haram ini masih ada dan terus berlangsung, karena tujuannya untuk keuntungan pribadi memperkaya sendiri,” tuturnya saat dihubungi kupasmerdeka.com melalui sambungan telepon, Rabu siang (15/05/2024).

Bahkan ketika disinggung mengenai harga minyak mentah, saat ini sedang turun dan ini yang sering dimanfaatkan oleh oknum.

“Saat ini harga minyak mentah dunia sedang turun ya, sekarang kan harga crude (minyak mentah) 83 (dolar AS per barel), sudah turun dan saya berdoa begitu (harga minyak stabil), malah kalau bisa lebih turun lagi, hal ini yang sering dimanfaatkan oleh oknum,” terangnya.

Ia juga mendesak kepada Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Kemenkum HAM RI, ESDM, SKK Migas dan Pertamina untuk mengecek PT. Sumber Berkat Jaya Mandiri dalam waktu yang dekat.

“Saya harap pihak terkait baik itu kepolisian, Kemenkum HAM RI, ESDM, SKK Migas, dan Pertamina untuk bersama-sama turun ke lokasi perusahaan ini di Cikupa Kota Tangerang untuk mengecek masalah izinnya karena saya pastikan ilegal dan ditelusuri juga penyaluran minyak mentah solar tersebut,” desaknya Fahmy Radhi.

Sampai berita ini ditayangkan, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin enggan merespon wartawan kupasmerdeka.com melalui sambungan telepon.

Reporter: HSMY

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*