Proyek Betonisasi di Medan Satria Kota Bekasi Diduga Janggal

Kondisi Agregat Puing di Pekerjaan Betonisasi Jalan Harapan Indah Raya, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria

Kota Bekasi (KM) – Pemerintah Kota Bekasi di setiap tahunya selalu melaksanakan program pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Balanja Daerah (APBD) Pemkot Bekasi dari hasil pajak masyarakat.

Namun sangat disayangkan, program yang sudah berjalan saat ini diduga di jadikan ajang mencari ke untungan oleh para pengusaha (kontraktor) yang bekerja tidak proporsional.

Salah satunya, pekerjaan betonisasi yang berlokasi di wilayah jalan Harapan Indah Raya, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) dikerjakan kontraktor CV. Dua Putra Abadi bedasarkan surat jalan pemesanan material beton.

Dari pantaun awak media, Senin malam ( 13/05/2024) ditemukan beberapa kejanggalan yang melanggar dari spesifikasi teknis kegiatan, adanya indikasi dugaan kejanggalan dan kecurangan didalam proses pengerjaan proyek tersebut.

Karena agregat yang digelar sebagaian volume menggunakan puing bekas bongkaran dan untuk papan begisting justru di bawah agregat puing

Tak hanya itu, di lokasi proyek betonisasi tidak terlihat papan informasi anggaran, hal itu tentu sudah menyalahi aturan Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Terkesan sengaja dilakukan oleh pihak kontraktor untuk mengelabui publik.

Menurut informasi yang di terima awak media, yang mengerjakan kegiatan tersebut bernama sihol, namun saat sihol di sambangi media untuk menanyakan keberadaan papan proyek pekerjaan, justru dirinya menjawab tidak tahu saya warga di sini,”katanya.

“Sementara yayat Hidayat pemerhati pembangunan infrastruktur Kota Bekasi, dirinya mengatakan hal ini bukan yang pertama kali proyek tidak menggunakan papan informasi, padahal anggaran yang digelontorkan itu dari pajak masyarakat, sudah seharusnya pengguna anggaran transparan dan terbuka kepada publik.

Apalagi terkait papan bekisting dalam kondisi ditanam yang diduga akan mengurangi dari ketebalan beton dari ukuran yang ditentukan di Rencana Anggaran Belanja (RAB),”ucap Yayat, Selasa (14/5).

Persoalan proyek yang dikerjakan pihak kontraktor, lanjut yayat mengatakan, cara permainan kontraktor di saat proyek pemerintah sudah mulai dilaksanakan, sampai detik ini dari tahun ke tahun belum ada perubahan, masih saja mencari keuntungan tambahan pada setiap proyek yang mereka kerjakan.

Terkait pengecoran jalan menggunakan agregat puing yang digunakan pihak kontraktor sebagai agregat di saat pelaksanaan kegiatan pengecoran jalan dikuatirkan akan menyebabkan keretakan,”jelas yayat.

Kami meminta agar PPTK pada Dinas BMSDA serta didampingi Inspektorat untuk turun periksa hasil pekerjaannya kontraktor CV Dua Putra Abadi. Apakah sesuai atau tidak,”pungkasnya. (Den)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*