Quotient TV  Bongkar Dugaan Praktik Mafia Bank Victoria

Podcast terkait Bank Victoria bersama narasumber Akim Halim

JAKARTA (KM) – Episode terbaru dari Quotient TV yang dipandu oleh pengacara Alvin Lim dari LQ Indonesia Law Firm membahas praktik perbankan yang merugikan muncul ke permukaan. Dengan narasumber, Akim Halim, berbagi pengalaman pahitnya dengan Bank Victoria yang menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh banyak konsumen di Indonesia.

 

Menurut Akim Halim, masalah dimulai ketika ia membutuhkan dana dari Bank Victoria. Meskipun ia telah melakukan perjanjian dengan bank tersebut, namun kemudian mengalami kendala dalam pelunasan kreditnya. Meski berupaya keras untuk menyelesaikan utangnya, Akim  merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai detail hutangnya.

 

“Bank Victoria memanggil dan menyarankannya untuk melakukan AYDA guna menyelesaikan kredit macet meskipun tidak paham dengan apa itu AYDA, akhirnya kami menyetujui,” kata Akim.

 

Namun, ketika ia melihat rincian kreditnya, ia menemukan kesalahan perhitungan yang tidak dikoreksi oleh pihak bank. Lebih lanjut, Akim  mengungkapkan bahwa keputusan kreditnya telah diambil tanpa sepengetahuannya.

 

“Bank dengan ini diberi kuasa oleh debitur untuk sewaktu-waktu berhak mengubah dan menetapkan sendiri besarnya suku bunga atas kredit,” ujar Akim, yang menegaskan bahwa ia tidak pernah menandatangani akta tersebut, bahkan pada tanggal resmi akta tersebut diresmikan, ia tidak merasa mengetahuinya.

 

Alvin Lim, sebagai pengacara yang berpengalaman menanggapi kasus yang dihadapi oleh Akim Halim.

 

Menurutnya, dugaan adanya itikad tidak baik muncul dalam kasus seperti ini. Alvin menjelaskan bahwa perjanjian tersebut didasarkan pada syarat sah perjanjian KUHPerdata.

 

“Dugaan adanya itikad tidak baik ada, perjanjian itu didasar 1330 dan 1338 KUHPerdata,” ujar Alvin Lim.

 

Ia menekankan pentingnya adanya syarat klausa yang sah dalam sebuah perjanjian, yang tidak melanggar hukum dan tidak mengurangi manfaat pihak konsumen. Dengan kenaikan suku bunga, manfaat yang diperoleh Akim  menjadi berkurang, yang melanggar prinsip perlindungan konsumen.

 

Kisah Akim  Halim menjadi contoh nyata dari tantangan yang dihadapi oleh banyak konsumen terkait dengan praktik perbankan yang merugikan.

 

Melalui pengungkapan ini, diharapkan akan tercipta kesadaran lebih luas tentang perlunya perlindungan hukum bagi konsumen dan peningkatan transparansi dalam praktik perbankan di Indonesia.

 

Reporter: rso

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*