Pabrik Susu PT. GDA Subang Diduga Cemari Udara

UBANG (M) – Pabrik susu dan peternakan PT GDA (Global Dairi Alami) terindikasi cemari udara karena keluarkan bau kotoran sapi yang menyengat sehingga terdampak ke warga sekitar yang terdekat tepatnya 3 RT,

Ketua RT 17 Kandi, menuturkan kepada media selama ini masih tercium bau aroma tidak sedap namun waktunya tidak menentu.

“Seringnya menjelang Maghrib, kadang pagi hari dan siang hari, meskipun lingkungan RT 17 mendapatkan kompensasi dari pihak perusahaan namun warga kami merasa masih tidak setimpal dengan bau kotoran sapi yang tercium” ujarnya.

Keluhan serupa juga dirasakan Ketua RT 05 Yayat Anggriatna, Dirinya dan Warga Masyarakat RT 05 mengalami bau yang tidak sedap setiap kali di jam-jam saat PT Global Dairi Alami beroperasi, Kompensasi yang didapat 1,5 juta rupiah setiap bulan rupanya tidak bisa membuat aktivitas beribadah dan aktivitas lainnya menjadi tidak nyaman.

“Ya, warga maunya tidak terkontaminasi dengan bau – bauan seperti itu apalagi kami RT 05, 17 dan 18 merupakan lingkungan yang terdekat jaraknya dengan PT GDA” Ungkapnya.

Sementara itu Sajum warga RT 21 pun membenarkankan bau itu sampe ke wilayah nya meskipun jarak pabrik ke Dusun Nogel RT 21 ini cukup jauh.

“Apalagi kalau saat arah angin sedang mengarah ke sini itu baunya ya mabeuk meskipun kadang – kadang saja kalau 3 RT itu memang posisinya yang paling dekat dengam Pabrik, meskipun bisa dijadikan pupuk organik namun kami warga Masyarakat tentunya berharap agar udara yang setiap hari diisapnya tidak tercemari bau yang menyengat, dan meminta kepada pemilik perusahaan PT Global Dairi Alami agar bisa menerapkan teknologi pembersihan bau sehingga udara yang keluar dari perusahaan tersebut bersih” harapnya.

Ketua BPD Desa manyeti Dadang Suherman membenarkan masih sering terjadi bau kotoran sapi yang menyengat dari Pabrik PT GDA.

“Keluhan warga tersebut sudah disampaikan ke PT GDA dan sudah tercapai kesepakatan dengan adanya dana kompensasi terhadap 3 RT yang terdekat ke Pabrik”, Pungkasnya.

Reporter: Din

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*