Pemberlakuan Registrasi IMEI yang Dibawa oleh Penumpang di Batam

Ilustrasi

BATAM (KM) –

Bea Cukai Batam telah memberlakukan aturan registrasi IMEI untuk ponsel, komputer, dan tablet yang dibawa oleh penumpang dari luar negeri, baik melalui Terminal Ferry maupun Terminal Bandar Udara. Aturan ini berlaku sejak awal tahun 2023, dan bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas FTZ di Batam.

Berdasarkan aturan tersebut, penumpang yang membawa HKT (handphone, komputer genggam, dan tablet) hanya dapat melakukan registrasi IMEI 6 bulan sejak pendaftaran sebelumnya. Selain itu, ada batasan jumlah HKT yang dapat diregistrasi, yaitu maksimal 2 unit untuk identitas yang sama.

Aturan ini diterapkan untuk mencegah praktik pengiriman barang ilegal melalui kurir/joki IMEI. Praktik tersebut marak terjadi di Batam karena jaraknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Para kurir/joki IMEI biasanya membawa HKT dari negara tersebut dan mendaftarkannya di Batam untuk mendapatkan pembebasan bea masuk.

Meskipun ada batasan jumlah HKT yang dapat diregistrasi, penumpang tetap dapat memperoleh pembebasan bea masuk hingga USD 500 per penumpang. Namun, pembebasan bea masuk hanya diberikan jika penumpang telah melakukan registrasi IMEI sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penumpang yang membeli ponsel, komputer, dan tablet dari luar negeri dapat meregistrasikan IMEI-nya melalui laman www.beacukai.go.id, aplikasi Mobile Beacukai, atau langsung di Kantor Pabean yang telah menerapkan Electronic Customs Declaration (ECD).

Penumpang diimbau untuk tidak membayar biaya apa pun saat melakukan registrasi IMEI. Jika ada pungutan biaya yang tidak sah, masyarakat dapat melaporkannya kepada Bea Cukai Batam.

Reporter: Simon

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*