Menanggapi Mangkraknya Pembangunan Jalan di Kiarasari, Jaro Peloy: Saya Sudah Lapor Bupati Bogor

BOGOR (KM) – Anggota Dewan komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin atau yang kerap disapa Jaro Peloy, menanggapi dengan lantang kejadian Mangkraknya rekonstruksi jalan di Kiarasari, Bogor.

Menurutnya, aksi warga yang melakukan demonstrasi ke kantor UPT PUPR Cigudeg pada hari ini (12/1), merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap instansi terkait yang terkesan membiarkan pengerjaan tersebut mangkrak.

“Saya sudah laporkan dan sampaikan ke Bupati langsung, ya dari video dan foto foto pengerjaannya, dan saya sampaikan pengerjaan tersebut akan terjadi mangkrak. Bahkan jauh jauh hari juga saya sudah menegur pihak kontraktor, baik melalui media ataupun langsung.” Ujarnya.

“Saya mengawal dari awal perencanaan, hanya saja saya melihatnya pemborong tersebut tidak kooperatif dan rasa tanggungjawab dalam pengerjaannya,” tambahnya.

“Semalam saya mengobrol dengan para pemuda sekitar daerah Kiarasari agar ikut mengawasi pengerjaan jalan tersebut karena ini kebutuhan kita bersama, kalo saya jelas, setiap saya lewat saya terus perhatikan kinerja mereka. Apalagi saat ini mereka (kontraktor) harus mengerjakannya dalam waktu 50 hari kalender, yang saya khawatirkan pengerjaannya asal asalan dengan waktu yang singkat tersebut,” ungkap Jaro Peloy saat dihubungi awak media (12/1).

Sementara itu, keluh kesah disampaikan oleh Yuni Septiani dan Lala selaku Forum Mahasiswa Kiarasari saat diwawancarai dalam aksi demo yang dilakukan warga dan mahasiswa Kiarasari di kantor UPT PUPR Cigudeg, Bogor, pada Jumat (12/1).

“Jalan tersebut rusak parah, terutama pada saat musim hujan kan terjadi genangan air dan mengakibatkan motor warga yang melintas menjadi mogok, bahkan tidak sedikit warga luar yang sedang berkunjung mengalami kerusakan kendaraan. Serta penerangan jalan juga tidak ada,” ucapnya.

“Sekarang aja walaupun sedang diperbaiki tapi nyatanya malah mngkrak, baru setengah setengah pengecorannya, yang sudah dicor hanya sedikit, sedangkan yang belum dicor masih panjang,” ungkapnya.

“Kami curiga ketika pas tahun baru kemarin yang kerjanya pada ngga ada, jadi kami mempertanyakan hal tersebut, bahkan anggaran yang besar ko bisa mangkrak pengerjaannya,” ujar Yanti septiani dan Lala perwakilan dari forum mahasiswa Kiarasari.

 

Reporter: BAYU

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*