Dilema Guru Kelas Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka

Ilustrasi Kurikulum Merdeka SD

Kolom oleh Efa Suryana-232180235*)

Dua tahun ini pendidikan diindonesia mulai beradaptasi dengan kurikulum merdeka, kurikulum merdeka itu sendiri kurikulum dengan pembelajaran intrakuler yang beragam dimana  konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

 

Dalam artian setiap satuan pendidikan menerapkan merdeka belajar untuk siswa dan merdeka mengajar untuk guru. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar siswatidak hanya itu pendidikan karakter siswa juga harus diterapkan sejak sekolah dasar. Namun kenyataanya yang terjadi di sekolah kurikulum merdeka yang sudah dijalankan ini memiliki banyak hambatan.

 

Seperti halnya di SDN Bener yang terletak di Kabupaten Wonosobo, karena saya masih mengampu kelas 3 maka saya masih menggunakan kurikulum 2013, untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang terjadi di kelas saya mewawancarai guru kelas  yang sudah menerapkan kurikulum merdeka di kelasnya.

 

Pada tanggal (5/1/2024) saya melakukan wawancara dengan Ibu Yuliani, S.Pd selaku guru kelas 4 yang sudah menerapkan kurikulum merdeka di kelasnya, saya mewawancarai Ibu Yuliani, S.Pd saat di sela-sela jam istrahat sekolah,

 

hal pertama yang saya tanyakan apakah di dalam penerapan kurikulum merdeka dikelas ada kesulitan-kesulitan yang dialami?Menurut  jawaban dari Ibu Yuliani, S.Pd beliau mengatakan  “Dalam beradaptasi dengan kurikulum merdeka ini guru memiliki banyak kesulitan dikelas ketika waktu pembelajaran dikelas  sarana dan prasarana masih kurang contohnya buku,untuk buku kita masih menggunakan buku yang lama dan belum beragam padahal kita dituntut untuk mengembangkan minat literasi membaca siswa, kemudian kesulitan selanjutnya yaitu akses internet yang belum memadai karena siswa hanya bisa mengakses pembelajaran melalui internet ketika dirumah

 

Dan itu juga harus dengan pantauan dari orang tua sehingga dalam pembelajaran berbasis globalisasi belum maksimal untuk diterapkan pada siswa, kemudian permasalahan lain yang saya alami  sebagian guru-guru kesulitan karena dalam penerapan kurikulum merdeka banyak istilah baru, cara baru dan dan perangkat pembelajaran baru yang harus dipahami guru, seperti waktu mengerjakan raport saya masih bingung untuk pengisian nilainya, sedangkan pelatihan guru untuk kurikulum merdeka ini belum menyeluruh hanya sebagian guru yang mewakili satuan sekolahnya tapi kita dituntut untuk cepat beradaptasi dengan kurikulum merdeka”.

 

Hal lain yang saya tanyakan ketika mengalami kesulitan dalam proses kurikulum merdeka. apa inovasi-inovasi guru kelas untuk mengatasinya?,menurut jawaban beliau “ guru harus mempunyai solusi dikelas terlebih dahulu dengan mencari beberapa referensi dari internet maupun berbagai sumber lain yang memungkinkan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran dikelas”.

 

Dalam hal ini ternyata permasalahan yang terjadi dalam penerapan kurikulum merdeka di satuan pendidikan sangat kompleks, intinya jangan sampai sekolah hanya mengejar citra saja akan tetapi dalam penerapanya harus benar benar dikembangkan dari dalam kelas terlebih dahulu.

 

Menurut saran saya walaupun saya belum mengampu kelas yang menerapkan kurikulum merdeka tapi nantinya tahun ini saya akan mengampu dan mulai beradaptasi dengan kurikulum merdeka yang sudah diterapkan di sekolah saya.

 

Untuk efektivitas pembelajaran dikelas agar berjalan dengan lancar maka pemerintah harus memberikan solusi atau langkah awal dengan pelatihan penerapan kurikulum merdeka secara menyeluruh kepada setiap guru kelas sekolah dasar karena kalau hanya mengandalkan dengan pelatihan dengan guru yang sebelumnya yang sudah mengikuti pelatihan otomatis untuk penjelasanya kurang maximal, kemudian saran yang lain untuk mengembangkan literasi membaca anak sarana dan prasarana disekolah harus dipenuhi seperti buku yang beragam kemudian menciptakan perpustakaan yang memiliki ruangan menarik sehingga para siswa tidak bosan untuk mengunjunginya.

 

Untuk pembelajaran dikelas sendiri guru harus ada inovasi untuk meningkatkan literasi membaca agar siswa sudah menjadi pembiasaan yang dilakukan setiap hari seperti halnya yang saya terpakan dikelas 3 yang saya ampu sendiri, saya membawa beberapa buku yang saya letakan dipojok kelas dimana setiap hari siswa  diwajibkan untuk membaca -+ 15 menit hal ini nantinya menjadi pembiasaan siswa dalam proses pembelajaran disekolah.

 

Selain itu untuk menghadapi tantangan global sebagai guru kita harus berkolaborasi dengan orang tua siswa karena yang mampu memantau penggunaan internet dengan bijak hanya orang tua karena disaat proses pembelajaran disekolah siswa dilarang membawa handphone. Kemudian untuk saran yang terakhir untuk guru perbanyaklah praktik baik disekolah sehingga nanti praktik baik ini bisa untuk meningkat perkembangan karakter siswa pada penerapan kurikulum merdeka agar berhasil sesuai tujuannya.

 

*) – Kelas RPL PGSD Universitas Muhammadiyah Purworejo

 

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*