Sekda Kabupaten Bogor Gelar Audiensi Bersama AMCPB

AMCPB ketika sedang menyampaikan aspirasinya di dalam ruang audiensi kantor Bupati Bogor (30/11).

BOGOR (KM) – Menjawab tuntutan dari Aliansi Masyarakat Cigudeg Parungpanjang Bersatu (AMCPB), sekertaris daerah (Sekda) kabupaten Bogor Burhanudin menggelar audiensi untuk mencari solusi dari permasalahan jalan yang ada di wilayah Cigudeg – Parungpanjang, yang di gelar di gedung sekretariat Daerah kabupaten Bogor, kamis (30/11).

Padlan, selaku ketua transporter mengungkapkan rasa prihatin terhadap para pengusaha truk angkutan tambang yang selalu seolah dijadikan kambing hitam dari permasalahan yang ada.

“Kami merasa di jadikan kambing hitam, pedahal kami juga dirugikan. Contohnya Saat ini mobil sumbu 2 (engkel) dilarang melintas apalagi truk,” ungkap padlan.

“Harapan kita, kembalikan perbup kabupaten Bogor nomer 120 tahun 2021, dimana pembatasan jam tayang pukul 20:05 – 05:00 wib,”tegasnya.

“Sebagian kecil masyarakat menilai dengan hadirnya mobil truk atau tronton dan perusahaan tambang itu adalah musibah, tapi bagi kami yang dekat dengan wilayah pertambangan itu adalah berkah,” ucapnya.

“Kita berharap dan memohon agar dipercepat pembangunan jalur khusus tambang, dan harus diingat, bahwa Cigudeg juga bagian dari kabupaten Bogor,” tegas padlan (30/11).

Di tempat yang sama, Kasatlantas polres Bogor Rizki Guntama Ganda Permana mengapresiasi para supir atas komitmen nya ada beberapa waktu lalu yang memasuki kantung parkir, dn tidak ada yang parkir di bahu jalan.

“Berikan kesempatan untuk para driver memarkirkan mobil truk nya di lahan kantung parkir, karena jika dilakukan penyekatan di bahu jalan itu hanya akan menimbulkan kemacetan seperti beberapa hari lalu,” ucap Kasatlantas polres Bogor.

Adapun Gozali yang kerap disapa bule yang mewakili warga Cigudeg (hulu), menyampaikan dirinya siap membantu pemkab untuk menyiapkan lahan parkir yang disediakan oleh pihak perhutani supaya segera bisa di gunakan tempat parkir.

Perwakilan masyarakat Cigudeg Gozali, kami sudah ada kesepakatan antara masyarakat hulu dan hilir, antara lain angkutan kosongan dan truk engkel sumbu dua itu bisa melintas.

“Jika diperlukan Kami siap membantu pemkab Bogor untuk merapihkan kantung parkir,” Bule.

Bule juga menyayangkan aturan baru yang melarang mobil engkel melintas. Yang dimana sebelumnya, mobil truk jenis engkel bisa melintas.

Adapun hasil dari audiensi tersebut menghasilkan beberapa poin yang akan di terapkan di wilayah Cigudeg – Parungpanjang. sebagai berikut,

1. Mempercepat pembangunan jalan khusus tambang,
2. Mempercepat persyaratan untuk perizinan penggunaan lahan perhutani dengan luas +-12 HA, di wilayah Desa Ciomas, kecamatan parungpanjang, Bogor,
3. Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan yang telah diterbitkan,
4. Melakukan penegakan peraturan bupati nomer 56 tahun 2023,
5. Akan ada uji coba untuk truk angkutan tambang pada pukul 13:00 – 16:00 wib, selama 1 Minggu, dan berlaku mulai 1 Desember 2023 – 7 Desember 2023, dengan mengikuti aturan petugas atau penanggung jawab dari transporter,
6. Memanfaatkan kantong parkir yang ada, sebelum kantong parkir utama selesai.

Adapun putusan hasil musyawarah tersebut, mulai berlaku pada Jumat (01/12).

“Nanti saya akan sosialisasikan melalui pesan singkat di grup Whatsapp para pemilik truk angkutan tambang mengenai peraturan baru ini, saya harap para supir bisa mematuhinya agar kedepannya bisa lancar dan tidak ada masalah baru,” tambah padlan.

Turut hadir tamu undangan dalam audiensi tersebut, AMCPB, Danramil kabupaten Bogor, Kapolres kabupaten Bogor, Dandim 0621 kabupaten Bogor, Kadishub Jawa barat, kadishub kabupaten Bogor, Muspika kecamatan Cigudeg – Parungpanjang, pimpinan pengurus kepala teknik tambang (KTT) kecamatan Cigudeg, pimpinan pengurus ATTB, Tokoh masyarakat Cigudeg – parungpanjang, perwakilan Quarry, ketua Parungpanjang bersatu, dan Dirut perhutani.

Reporter: Bayu

Editor: red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*