Proyek Aspal Di Jalur Kompas- Sasak Tiga Desa Tridaya Sakti, BPK Diminta Lakukan Pemeriksaan

Proyek Aspal Yang Berlokasi di Jalur Utama Kompas-Sasak Tiga, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan

Bekasi (KM) – Pembangunan Infrastruktur jalan yang berlokasi di jalur utama kompas-sasak tiga, Desa Tridaya, Kecamatan Tambun Selatan, dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan sistem e-katalog, melalui dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) memakai anggaran APBD perubahan tahun 2023, dinilai tidak tertib dalam penyelenggaran jasa konstruksi sehingga menghasilkan kwalitas pekerjaan yang buruk.

Pasalnya, diwaktu pelaksanaan pengaspalan berlangsung pihak penyedia tidak memasang papan informasi proyek. Hal ini jelas menyimpang dari Keterbukaan Informasi publik (KIP) Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara.

Karena untuk pekerjaan yang di biayai uang anggaran pemerintah, wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana, serta nilai kontrak, dan jangka waktu pengerjaannya.

Parahnya lagi, Menurut warga yang enggan disebutkan namanya kepada kupasmerdeka.com Selasa (26/12) dirinya mengaku merasa bingung melihat pekerjaan aspal tidak maksimal dari segi pemadatannya.

Semestinya, proyek pengaspalan jalan ini dikerjakan dengan baik, jangan asal-asalan, yang nantinya merugikan masyarakat,” kata warga setempat.

Sebelumnya, di waktu pelaksanaan berlangsung, salah satu pihak Penge-sub saat dikonfirmasi awak media terkait volume kesulurahan, dirinya mengatakan, untuk panjang 450 m lebar 5 m dan Ketebalan 10cm.

Ketika ditanya soal pengiriman material Aspal berapa mobil untuk kegiatan ini, ia pun menjelaskan, malam pertama 10 mobil malam kedua 18 mobil dan malam ketiga 6 mobil,”ucap Penge-sub.

Terkait proyek Aspal kurang maksimal dan diduga pemadatan ketebalan aspal tidak sesuai spesifikasi, menurut Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo, pembangunan infrastruktur jalan menggunakan item aspal dikerjakan penyedia yang diketahui tidak memasang papan proyek di waktu pelaksanaan. Ini sudah jelas ingin melakukan pengurangan bahan material aspal.

Karena kita tidak akan tahu berapa besar nilai proyek yang sudah dikerjakan pihak penyedia, di pekerjaan jalur kompas-sasak tiga, Desa Tridaya,”ungkapnya.

Kalau saya hitung dengan berat rumus tonase, lanjut Yanto, seperti volume yang sudah di jelaskan Penge-sub kepada media, panjang 450 m X 5 m X 0,10 dan pengiriman dalam 3 hari hanya 34 mobil, saya menduga ada pengurangan spesifikasi pemesanan material aspal.

Hanya 34 mobil yang di kirim, kalau di hitung rata-rata muatan tonase aspal dengan isian 10 ton, berarti total hanya 340 ton yang di pesan penyedia, padahal kalau dihitung rumus berat tonase seharusnya 506,25 ton,”jelas Yanto.

Mengenai kegiatan tersebut, pengawas dari dinas dan konsultan, mestinya melakukan tugas tupoksinya dengan baik sehingga tidak terjadi pengurangan pengiriman aspal yang dilakukan penyedia. Apalagi waktu pelaksanaan berlarut-larut sampai 5 hari dikerjakan penyedia, yang jadi pertanyaannya apakah Density maksimal.

Perlu dipahami, Pekerjaan penghamparan dan pemadatan campuran beraspal panas harus dilaksanakan dengan cepat, itu pun dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi, sebab ada batasan temperatur campuran beraspal dan proses yang harus dipenuhi untuk mencapai hasil pemadatan yang sempurna. Kepadatan campuran konsolidasi tidak boleh kurang dari 98% dari Job Standard Density (JSD),”terang Yanto.

Jika kurang dari itu, lebih lanjut Yanto, akan dikhawatirkan lapisan air tidak 100% kedap air. Air akan masuk ke struktur pondasi dan lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan aspal.

Diketahui, dari segi pekerjaan pihak penyedia mengabaikan peranan material abu batu, padahal dalam campuran aggregat aspal abu batu sangat membantu untuk kerekatan dan menentukan tingkat kepadatan dan kelenturan aggregat aspal. Pada campuran aspal AC-WC akan membutuhkan abu batu lebih banyak dibandingkan AC-BC karena lapisan AC-WC harus lebih rapat dan kedap terhadap air,” jelasnya Yanto.

Untuk itu, Yanto mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Bidang Bina Marga, agar penganalisa dan mengkroscek kelapangan, hasil kegiatan pihak penyedia yang berlokasi di jalur utama Kompas-Sasak Tiga Desa Tridaya Sakti,”tegasnya.

Yanto pun meminta kepada BPK dan Inspektorat untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan ini,”pungkasnya.

Reporter: DEN

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*