Keteladanan Anies-Muhaimin dalam Berdemokrasi

Pasangan Anies Cak Imin (AMIN) saat berangkat menuju KPU untuk daftar Pilpres 2024. Foto:Ist/Net

Kolom oleh Hasanuddin- Pengamat Politik

Mari kira perhatikan secara saksama, bagaimana kita dalam mestinya berdemokrasi. Jika secara teori karena mungkin disiplin ilmu yang digeluti bukan ilmu politik, bisa jadi pemahaman terhadap demokrasi itu “terbatas”. Namun bukan berarti tidak ada cara memahami bagaimana itu berdemokrasi. Salah satu caranya adalah memperhatikan bagaimana aktor politik memerankan diri mereka dalam kontestasi politik demokrasi.

 

Anies-Muhaimin, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 menurut hemat kami patut diteladani dalam hal ini. Keduanya benar-benar menegakkan nilai-nilai demokrasi dengan baik.

 

Pasangan AMIN yang didukung oleh Partai Nasdem,.Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Umat ini menghadapi kontestasi dengan mengedepankan ide dan gagasan untuk kemajuan, dengan fokus orientasi menghadirkan kesetaraan dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Indonesia. Gagasan yang ditawarkan dikemas dengan sangat baik, dan bisa di akses secara luas oleh publik. Di tawarkan ke berbagai stakeholder melalui dialog, agar berbagai kelompok kepentingan dapat melakukan kritik secara konstruktif atas visi-misi dan program yang ditawarkan, sehingga visi-misi dan program tersebut berkembang semakin mendekati kesempurnaan.

 

Pasangan AMIN selanjutnya memperlihatkan bahwa hakikat dari tujuan pembangunan yang ingin dicapai adalah pembangunan manusia Indonesia, sehingga pasangan ini terbuka dan diterima seluruh lapisan masyarakat, dari berbagai suku bangsa, agama, profesi, gender. Benar-benar inklusif, mencerminkan ciri kosmopolitanisme yang baik.

 

Di lain pihak, pasangan AMIN ini juga memperlihatkan bahwa demokrasi yang dijalankan bukanlah demokrasi yang tanpa aturan. Rule of law, benar-benar diperhatikan, sehingga kedua pasangan ini benar-benar menjunjung tinggi hukum dan perundang-undangan penyelenggaraan PEMILU dan Pilpres dengan azas-azasnya yang Jujur, Adil, Langsung umum, bebas dan rahasia (Jurdil dan Luber).

 

Lebih diatas dari penghormatan terhadap rule of law penyelenggaran PEMILU/Pilpres. Pasangan Anies-Muhaimin juga senantiasa menjaga nilai-nilai etik dan moral dalam masyarakat. Terutama dalam mengedepankan sikap saling menghormati sesama kontestan, menghindari black campaign, melakukan kritik secara santun.

 

Gagasan yang mengedepankan Perubahan, sudah barang tentu cenderung “berbeda” dengan rezim pemerintahan yang berkuasa atau incumbent, namun perbedaan gagasan, visi-misi dam program tidak mendorong sikap politik yang bernuansa kebencian. Disinilah kita dapat menilai kematangan Anies-Muhaimin ini dalam berdemokrasi.

 

Dengan hikmah kebijaksanaan Anies-Muhaimin dalam berdemokrasi itu, kita bisa berharap dengan yakin bahwa Insya Allah jika pasangan ini terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden, masa depan demokrasi akan lebih cerah. Kualitas berdemokrasi akan meningkat, dan harapan akan terwujudnya hakikat dari tujuan berbangsa dan bernegara dapat di capai melalui jalan yang lurus.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*