Ada Dugaan Kawasan Industri Sadai Libatkan Bank Tipu Investor

BABEL (KM)- Pengembang KI Sadai dikejar deadline rampungkan pembangunan selesai di Tahun 2024, kini tersisa waktu 1,5 bulan untuk mengetuk tongkat simsalabim.

 

Rencana pembangunan pelabuhan masih berupa dokumen, pembangunan pabrik – pabrik masih tinta diatas kertas tanpa semen dan pasir, pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi janji tahun ke tahun, penyerapan tenaga kerja baru  rupa katanya, dan perluasan pembebasan lahan hanya peta diatas buku gambar.

 

Sampai hari ini investor belum ada yang masuk menyelesaikan agenda KI Sadai sebagai kota baru dan pusat industri berbasis tambang. Menyelesaikan sendiri proyeknya PT Rba tidak memiliki kemampuan pembiayaan walau sebelumnya terlanjur menyanggupi.

 

Putar otak, PT Ration Bangka Abadi manfaatkan fasilitas SKBDN Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank KB Bukopin untuk tipu investor tanggung agar bersedia membayar biaya provisi SKBDN 3,5% dari nilai pencairan 10 Miliar hingga Triliunan SKBDN pembangunan KI Sadai. Mimpi buruk terkabulkan, SKBDN yang dijanjikan tidak cair malah uang provisi yang disetor pengusaha ke bos Rba raib disikat  maling.

 

Menurut sumber yang didapat, penipuan investasi tidak hanya terjadi melalui fasilitas SKBDN, namun juga ada yang ditawari menjadi komisaris, ditawari kontrak kerja dan lain sebagainya tanpa terasa rekening habis tersetor ke pengurus Rba.

 

Anehnya penipuan yang terjadi malah oleh perwakilan management Rba dianggap ‘ bukan nipu tapi kebutuhan’

 

Herdi pengusaha asal bangka menceritakan kerugian yang dialami setor provisi SKBDN sebesar 150 juta rupiah ke rekening BCA Vindyarto Purbalinarko dan isterinya Evi Eka Sari.

 

 

Yanto purba menyampaikan kepada saya dapat SKBDN Bank KB Bukopin sebesar 10 Miliar untuk bangun akses jalan dan gerbang Kawasan Industri Sadai, dia suruh saya bayar provisi 150 juta besok langsung cair 10 Miliar “saya ganti uangmu dan saya tambahkan 10 juta” ujar Herdi.

 

Menurut cerita Herdi kejadian ini sudah berlangsung dari Tahun 2022 waktu itu agenda PT RBA lelang kontraktor di Hotel Novotel Bangka dengan pemenang Waskita Karya, Totalindo disaksikan pejabat Forkopimda Babel.

 

Presdir PT Rba Iwan Piliang melalui pesan wa tanggal 16 November 2023 pukul 10.56 WIB menjelaskan “Dari verifikasi saya soal SKBDN PT RBA dengan manajemen lama, kala itu hingga saat ini dapat kepercayaan dari Bank Mandiri sampai Rp 700 miliar, untuk 2023 saja, dapat dipakai kontraktor yang diberi pekerjaan Sadai, dengan membayar  profisi. Dari Rp 10 miliar proyek diberikan ke kontraktor untuk mengurusnya, sebagai test case, ternyata kontraktor tidak bankable”

 

Sebagai catatan komposisi pengurus PT RBA yang awak media ketahui untuk Komisaris Utama bernama Doddy Widodo Suasmoro, Direktur Utama Vindyarto Purbalinarko, Direktur Dedi Bastian, Presdir Narliswandi atau yang akrab disapa Iwan Piliang.

 

Hangga Oktafandany SH., selaku Pengacara korban – korban keganasan management PT Rba menjelaskan “ didalam tubuh Rba ada banyak orang besar dan berapa diantaranya ada pejabat tinggi atau mantan pejabat saya kurang paham, jadi wajar saja Rba terlindungi sepak terjangnya dan korban – korban takut bersuara “ sambungnya lagi “ sebenarnya ini tanggung jawab Kemenperin beresin masalah ini karena dia yang membidani Rba dalam kartu kendali, tapi karena kekuatan Rba yang super power ya ngerem juga dia. Selain itu Himpunan Kawasan Industri kan ada pak Fahmi seharusnya tegur anggotanya yang nakal ehh malah dibela “

 

Selain itu Hangga OF juga menyampaikan aroma korupsi sudah tercium dalam pembangunan KI Sadai sudah patut dilakukan lidik oleh Kejaksaan. Cuma yang menjadi kendala kemungkinan besar ya adanya sosok Komisaris Utama pak Doddy Widodo Suasmoro ini tutup Hangga.

 

Reporter : Aldo/US

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*