Bermula dari Listrik Padam, 20 KK Harus Kehilangan Tempat Tinggal Gara-gara Lilin yang Berkobar

Damkar Makassar mengerahkan sebanyak 17 unit armada atasi kebakaran, Selasa (31/10/2023)

Makassar (KM)-Si Jago Merah tidak henti-hentinya meminta korban. Setelah Senin malam kemarin, mengamuk di Asrama Tentara, Baju Gau, dan menelan korban jiwa dan material, Selasa (31/10/2023) malam ini, kembali melahap pemukiman padat penduduk di Kampung Lepping, Jalan Muh. Tahir Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Enam orang personil Bantuan Komunikasi Kepolisian (Bankompol) Makassar, terjun ke lokasi kebakaran, dipimpin langsung sekertaris wilayah Bankompol Makassar, Ilham A.Ghani.

Saat dikonfirmasi media ini melalui telepon selulernya, Ilham dari lokasi kebakaran mengumpulkan data-data terkait kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk itu.

“Kami mencatat 9 rumah yang hangus terbakar, 3 terdampak, jadi keseluruhan ada 12 unit rumah. Adapun jumlah jiwa yang terdampak sebanyak 74 orang dari 20 Kepala Keluarga (KK). Untuk korban meninggal dunia tidak ada.” lapornya.

Penyebab kebakaran berasal dari api lilin yang dinyalakan saat terjadi pemadaman listrik.

Memang akhir-akhir ini pihak PLN Makassar terpaksa melakukan pemadaman listrik secara bergilir di kota Makassar, akibat suplay tenaga air yang berkurang, dan situasi itu rawan sekali menimbulkan kebakaran, karena keteledoran warga saat menggunakan penerangan alternatif yang menggunakan nyala api.

Hingga saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar, masih mendata kebutuhan warga korban kebakaran.

“BPBD masih terus mendata, karena ada banyak balita, anak-anak dan lansia. Perlu didata apa saja yang mereka butuhkan. ” lanjut Ilham.

Dari asesmen yang dilakukan oleh sejumlah pihak terkait, selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menentukan titik posko bantuan, guna memudahkan dalam menghimpun seluruh bantuan yang datang, untuk kemudian disalurkan. BPBD Makassar akan menyalurkan bantuan logistik berupa baby kids, family kids, obat-obatan, terpal dan sarung.

Berdasarkan pantauan, malam ini, tenda darurat terlihat sudah mulai didirikan di sekitar jalan masuk.

Padatnya pemukiman di Lepping menyebabkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, yang melakukan pengendalian api dibantu personel dari rekan-rekan penyelamatan termasuk Bankompol sempat mengalami kewalahan dalam mengatasi kebakaran, karena warga yang berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian.

“Memang lokasinya berada di lorong sempit dan padat penduduk, namun dengan bersusah payah akhirnya personel berhasil memadamkan api tepat pada pukul 20.00 Wita.” lapor Ichal, personil Bankompol dari jajaran Mamajang yang ikut ke lokasi kebakaran.

Damkar Makassar mengerahkan sebanyak 17 unit armada, yakni dari Posko Timur dan Posko Ujung Tanah.

Seorang personel petugas Damkar mengalami cedera akibat terjatuh dari lantai 2 saat memadamkan kobaran api dan kini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Makassar.

Reporter: Daeng Khairil

Editor: red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*