WNA Australia Dilarang Ketemu Anak Kembarnya di Bali

Paul, WNA Australia ingin asuh anak kembarnya sesuai putusan pengadilan

BALI (KM) Pria asal Australia, Paul Lionel La Fontaine, dilarang bertemu dengan anak kembarnya, ILF dan SLF, yang tinggal di Bali bersama mantan istrinya, AVP. Paul dan AVP telah bercerai pada tahun 2021, dan pengadilan telah memutuskan bahwa hak asuh anak-anak akan dilakukan bersama oleh kedua orang tua.

Pengacara Paul, Evi Susanti berharap perselisihan dengan mantan istrinya AVP tersebut bisa menahan emosi dan kedua belah pihak patuh sekaligus melaksanakan putusan pengadilan, Senin (11/9).

Ia berharap ada win- win solusion dan mereka sebagai orang tua hendaknya lebih mengedepankan kepentingan anak-anak untuk bertumbuh kembang bersama pengasuhan dan pengawasan kedua orang tuanya.

“Dalam putusan Pengadilan Negeri Denpasar No.790/PDT G/2020/PN DPS diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Denpasar No.91/PDT/2021/PT DPS sudah jelas bahwa hak asuh dan pengawasan anak kembar tersebut bisa dilakukan bersama, jadi kedua pihak harus hormat dan melaksanakan putusan pengadilan tersebut,” kata Evi.

Namun, selama setahun terakhir, AVP melarang Paul untuk bertemu dengan anak-anaknya. Paul mengatakan bahwa ia sangat merindukan anak-anaknya dan khawatir dengan kesejahteraan mereka.

“Sebagai ayah kandung mereka, saya harus diberikan akses untuk bertemu dengan anak-anak,Saya khawatir bagaimana mereka diperlakukan karena mereka adalah gadis kecil yang tidak bersalah, terlalu muda untuk mengetahui kebenaran penderitaan mereka dan pelanggaran hak-hak mereka,” kata Paul.

Paul menambahkan pada tanggal 16 September 2023 ini akan merayakan ulang tahun kedua anak kembar tersebut,dan berharap kedua anak tersebut bisa hadir dan memeluknya.

“Saya memohon pada mantan istrinya AVP untuk membawa kedua anak tersebut merayakan ultahnya bersama saya, saya sangat merindukan kedua anak tersebut dan secara aturan perwalian tidak ada yang saya langgar,” harapnya.

Paul telah melaporkan kasus ini ke polisi, dan mediasi telah dilakukan antara Paul dan AVP. Namun, mediasi tersebut tidak membuahkan hasil.

Kasus ini telah menjadi perhatian publik di Indonesia. Banyak orang yang menyayangkan bahwa hak Paul sebagai ayah untuk bertemu dengan anak-anaknya telah dilanggar.

Reporter: RH

Editor: red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*