Putusan Sela Kasus Penipuan dan Penggelapan di PN Jakarta Utara

Mahadita Ginting, SH., MH., didampingi Guntur Pardamean, SH., MH., dan Erly Asriyana, SH., dari Kantor Hukum “Mahadita Ginting & Partners”

JAKARTA (KM) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah membacakan putusan sela dalam kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan yang menjerat Rian Pratama Akbar dan Yanuar Rezananda pada Kamis (14/9).

Dalam putusan sela tersebut, Majelis Hakim menolak eksepsi yang diajukan oleh tim penasehat hukum kedua terdakwa. Dengan demikian, pemeriksaan perkara akan dilanjutkan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) diperintahkan untuk menghadirkan saksi dan kedua terdakwa secara offline.

Tim penasehat hukum kedua terdakwa mengapresiasi putusan Majelis Hakim. Mereka mengatakan akan menghadirkan ahli dalam persidangan untuk membuktikan bahwa perbuatan kedua terdakwa bukanlah merupakan tindak pidana.

Pasal yang didakwakan JPU adalah pasal penipuan dan/atau penggelapan sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP.

Tim penasehat hukum berharap JPU dalam melaksanakan tugasnya secara profesional dengan mengajukan saksi yang berkompeten dan menghadirkan kedua klien mereka dipersidangan.

Tim penasehat hukum kedua terdakwa diluar persidangan mengatakan, mengapresiasi putusan majelis hakim, dimana tanggapan (eksepsi) ditolak, maka pemeriksaan akan dilanjutkan.

“Kami selaku Tim penasehat hukum kedua terdakwa sangat menghargai dan menghormati putusan tersebut dan memerintahkan jaksa agar menghadirkan saksi, juga kedua klien kami,” ujar Mahadita Ginting didampingi Guntur Pardamean dan Erly Asriyana.

Kasus ini bermula dari laporan PT. Kencana Hijau Binalestari (PT. KHB) yang menuduh kedua terdakwa melakukan penipuan dan penggelapan. PT. KHB mengklaim bahwa kedua terdakwa telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp2 miliar.

Kedua terdakwa membantah tuduhan tersebut. Mereka mengatakan bahwa uang tersebut merupakan komisi dari jual beli yang harga telah disepakati bersama antara pembeli dan penjual. Proses persidangan akan dilanjutkan pada tanggal 28 September 2023.

Reporter: Mso

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*