Proyek Jalan di Kp Pekopen Bekasi Diduga Kurangi Aspal, Kontraktor Cari Untung

Hasil tiga pekerjaan pengaspalan CV. Raju Brother dan CV. Karya Putra Pribumi di Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan

BEKASI (KM) -Proyek pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan item Aspal (Hotmix) dibeberapa titik lokasi wilayah kp. Pekopen Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan yang diselenggarakan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DISPERKIMTAN) Kabupaten Bekasi. diduga sarat dengan kejanggalan

Pasalnya, di tiga kegiatan yang berlokasi dengan judul, peningkatan jalan lingkungan Rt004 Rw007, Kp. Pekopen Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan(Cv. Raju Brother) dan Peningkatan jalan lingkungan Rt006 Rw006 jl. Mushollah baiturohman Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan (CV. Karya Putra Pribumi) dan Peningkatan Jalan Lingkungan Jl.Ardi Firdaus Kp.Kobra Rt 001 Rw 005 Desa Tambun Kec. Tambun Selatan, (Cv. Raju Brother), pihak dinas harus bisa melakukan pemeriksaan di tiga pengiriman tonase material aspal yang dikerjakan kontraktor.

Karena, hasil pantauan/monitoring Tim Media di tiga pekerjaan tersebut, yang beralamat Rt001/005, Rt006/006 dan Rt004/007, Desa Tambun Kecamatan Tambun Selatan selesai dikerjakan beberapa hari yang lalu, ditemukan untuk ketebalan aspal rata-rata hanya terdapat 1 centi sampai 4 centimeter waktu di ukur dengan alat ukur digital.

Mirisnya lagi, untuk hasil finishing diduga sangat tidak maksimal sehingga terjadinya pengelupasan aspal.

Sementara, Konsultan pengawas Sani saat di konfirmasi awak media mengenai hasil pekerjaan sudah ada yang terkelupas dan volume ketebalan kurang dari spesifikasi, dirinya menjawab, terkait aspal yang rusak akan segera diperbaiki.

“Kalau masalah ketebalan, nanti kita lihat hasil coredrill dan dibayar sesuai yang terpasang aja,” kata Sani.

Menurut informasi konsultan pengawas, masing-masing luasan volume yang dikerjakan kontraktor 560/580 meter persegi.

Terpisah, Edi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Bidang Permukiman, saat diminta tanggapan soal volume ketebalan diduga tidak sesuai spesifikasi, dirinya belum bisa merespon. Dikarenakan nomor WhatsApp yang dihubungi media tidak aktif.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo menilai, proyek yang dikerjakan kontraktor memakai CV. Raju Brother dan CV. Karya Putra Pribumi, pihaknya menduga pengiriman tonase material aspal yang di pesan penyedia tidak sesuai kebutuhan seperti yang tercantum di Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Jadi untuk hitungan analisa volume masing-masing luasan 560 sampai 580 meter persegi dikerjakan kontraktor yang dikatakan konsultan pengawas, spesifikasi 4 centi menggunakan ATB dan 3 centi untuk lataston, berarti. Untuk kebutuhan yang tergelar kurang lebih 89-91 ton yang harus di tuangkan,” jelas Yanto, Sabtu (9/9)

Terkait ada dugaan pengurangan pengiriman tonase material aspal, di tiga proyek yang dikerjakan kontraktor Cv. Raju Brother dan Cv. Karya Putra Pribumi. Lokasi 1. Rt004 Rw007, Kp. Pekopen, Lokasi 2. Rt006 Rw006 jl. Mushollah baiturohman dan Lokasi 3. Jl.Ardi Firdaus Kp.Kobra Rt 001 Rw 005 Desa Tambun.
“Dinas pun harus berani mengambil ketegasan,” sambungnya.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada PPTK untuk mengecek ‘invoice’ surat jalan pemesanan material aspal yang dikerjakan kontraktor tersebut, jangan hanya bisa duduk manis saja tanpa melakukan tindakan apapun,” cetus Yanto.

“Dan kami pun meminta agar Inspektorat dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk memeriksa proyek yang dikerjakan kontraktor Cv. Raju Brother dan Cv. Karya Putra Pribumi agar jelas penyebabnya dan untuk bahan evaluasi Dinas,” pungkasnya.

Reporter: Tim KM Bekasi

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*