Kasi Trantib Satpol PP Parungpanjang : Pembangunan YPSG Somang Diduga Ilegal dan Sudah Dihentikan

Pembangunan Yayasan Pendidikan Solideo Gracias (YPSG) di Kp. Somang RT.03, RW 03, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Diduga Ilegal (Tidak Sesuai Dengan Peraturan Hukum) karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Rabu siang (22/8/2023) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Pembangunan Yayasan Pendidikan Solideo Gracias (YPSG) di Kp. Somang RT.03, RW 03, Desa Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat diduga ilegal (tidak sah sesuai peraturan/ hukum) karena belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Rencananya, Yayasan ini akan menyelenggarakan program Pendidikan untuk jenjang Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan/atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Saat wartawan kupasmerdeka.com mencari tahu dan terbukti setelah adanya laporan penolakan dari warga, hingga Camat Parungpanjang Icang Aliudin memanggil Kades Parungpanjang H. Muhammad Syahlan (Robin), LPM Desa Parungpanjang Rudi beserta Joni salah satu perwakilan dari YPSG karena pimpinannya ‘Timson’ sedang berada di Kota Medan Sumatera Utara, dan akhirnnya hanya menghadap Kasi Pol PP, di Kecamatan Parungpanjang, Rabu (30/07/2023).

Selanjutnya, pada hari Rabu siang sekitar pukul 10:01 WIB (Waktu Indonesia Barat) Kades Parungpanjang H. Muhammad Syahlan atau yang sering disapa Robin melakukan panggilan kembali kepada wartawan Kupasmerdeka.com, setelah dihubungi berakali-kali tidak ada respon karena sedang ada rapat. Kata dia, belum menandatangani surat izin pendirian Yayasan ini saat Desember 2020.

“Saya belum tanda tangani itu ijin pendirian bahkan pembangunan pengecoran sekolah YPSG, saya pastikan itu dugaan ilegal, hanya saja seharusnya bukan kewajiban saya bicara, karena saya sudah bersurat ke Kecamatan agar Pihak Satpol PP mengentikan pembangunan itu, jadi silahkan ke Satpol Pp,” jelas Robin via telepon WhatsApp, Rabu (30/8/2023).

Dan akhirnya wartawan kupasmerdeka.com menghadap Kasi (Kepala Seksi) Trabtib (Ketentraman dan Ketertiban Umum) Satpol (Satuan Polisi) PP (Pamong Praja) Acep Sutisna saat ditemui di Kantor Koramil 0621 – 23 Jalan Mohamad Toha No : 80 Parungpanjang Bogor, Selasa pagi (5/9/2023).

Ia mengakui sudah memanggil semua pihak yang bersangkutan atas pendirian Yayasan Solideo. Dan hasilnya belum bisa memberikan bukti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan dinyatakan dugaan bangunan Ilegal.

“Saya sudah memanggil ya dari Kepala Desa Parungpanjang Robin, LPM Rudi, dan Pimpinan yayasan PSG walaupun diwakilkan oleh Joni, dan mereka pihak Yayasan belum bisa memberikan bukti IMB nya dengan dalih masih proses, intinya belum ada dan saya nyatakan dugaan ilegal! saya sudah hentikan! dan pihak yayasan sudah membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh Kepala Desa untuk menghentikan bangunan tersebut, namun, jika masih ada proses pembangunan, kita akan turun ke lapangan dan memaksa untuk menghentikan,” ungkap Acep Sutisna saat diwawancarai di Koramil 0621 – 23 Parungpanjang Bogor, Selasa pagi (5/9/2023).

Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Parungpanjang Acep Sutisna, saat diwawancarai di Gedung Koramil 0621-23 Parungpanjang Kabupaten Bogor, Selasa pagi (5/9/2023) (Dok : Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

Acep Sutisna menuturkan, sudah menyampaikan hal ini dengan bersurat kepada Mako Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid.

“Saya juga sudah bersurat ke Mako (Markas Komando) Kasatpol PP Kabupaten Bogor Pak Cecep Imam Nagarasid, jadi patokan kita kembali pada aturan saja ya, selama perizinan itu belum ada maka kita hentikan,” tuturnya.

Bahkan, Acep Sutisna menjelaskan awal mula masyarakat menolak pengecoran karena merasa dugaan ditipu atau dibohongi oleh salah satu oknum masyarakat Somang inisial ‘KK’ karena tidak dijelaskan sejak awal.

“Jikalau untuk izin lingkungan sudah di tanda tangani oleh beberapa pihak, namun kemarin tuh pada hari Rabu 22 Agustus 2023, mereka memaksa menghentikan pengecoran karena merasa dibohongi karena tidak dijelaskan lebih awal oleh oknum masyarakat somang inisial ‘KK’ diperuntukkan untuk apa bangunan Yayasan Solideo ini, hanya saja untuk sekolahan negeri, kalau menolak sih sah-sah saja,” jelasnya.

Dirinya mendesak masyrakat Somang Parungpanjang untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib, Polres Kabupaten Bogor jikalau merasa dibohongi atau ditipu rekayasa atau pemalsuan tanda tangan, karena sesuai pasal 263 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidan) dapat dipidana 6 tahun penjara.

“Simple sebenarnya, jikalau merasa ditipu atau dibohongi silahkan laporkan kepada masyarakat yang menandatangani itu berkas pendirian cabut tanda tangannya, dan buka laporan ke Polres Bogor karena itu pihak yang berwajib, agar pihak kepolisian segera bertindak,” desak Acep Sutisna.

Bahkan, salah satu oknum masyarakat somang ‘KK’ harus bertanggung jawab karena diduga sudah membohongi masyarakat dan harus hadir menyelesaikan masalah ini.

“Saya desak oknum masyarakat somang “KK” untuk bertanggung jawab ya karena diduga membohongi masyarakat dia harus hadir dan menyelesaikan ini jangan kabur! karena apa yang sudah dia lakukan baik dari yayasan maupun masyarakat semuanya ditipu dia, bahkan saya juga dibohongi saat cut and fill itu untuk apa, karena saat ditanya hanya untuk bersihkan akar-akar dan kita ga tau buat Yayasan, dan saya taunya sudah berdiri dan masyarakat menolak,” jujur Acep Sutisna.

Acep Sutisna berharap masyarakat Somang Parungpanjang tetap kondusif, tidak main hakim sendiri dan serahkan kepada APB (Aparat Penegak Hukum).

“Saya minta masyarakat bisa kondusif di bawah jangan main hakim sendiri ya, kita punya APH juga silahkan kaporkan pada pemerintah yang ada, dan jikalau pihak yayasan selesai mengurus dokumen perizinan bawa ke kita, maka saya akan perintahkan untuk melanjutkan pembangunan jikalau sudah mengantongi izin, maka selesaikan dulu, dan kita akan bantu fasilitasi dan mengamankan,” harapnya 

Penolakan keras berdirinya Pembangunan Yayasan Pendidikan Solideo Gracias (YPSG) Somang masih terus mengalir, saat ini Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) K.H. Zaenal Adnan angkat bicara, kata dia pendirian Yayasan Solideo ini tidak tepat karena berdiri di masyarakat mayoritas Islam.

“Pada dasarnya MUI itu dengan semua Agama hingga pendidikan semuanya welcome, karena diperlukan untuk kecerdasan anak bangsa, hanya saja lembaga pendidikan Solideo itu mungkin kurang tepat tempat pendiriannya karena berada di lingkungan yang mayoritas umat Islam yang mereka tidak membutuhkan lembaga itu, dan sudah mengusik ketenangan,” ujar Zaenal Adnan saat diwawancari di Kecamatan Parungpanjang, Kamis siang (7/9/2023).

K.H. Zaenal Adnan juga mendukung apa yang sudah dilakukan masyarakat Somang Parungpanjang yang menolak keras karena dibohongi oleh salah satu oknum masyarakatnya.

“Dengan data-data itu dan akurasinya belum kita miliki atau kita dengar, keabsahan pendirian bangunannya atau izin operasionalnya atau izin lingkungnnya walaupun masyarakat dibohongi, saya jelas mendukung apa yang dituntut oleh masyarakat itu, dan sah-sah saja, kita mendukung penuh masyarakat untuk menyelesaikannya dengan baik, karena saya tidak mau adanya sekolah itu memecah belah persatuan warga kita sendiri,” singkatnya.

Perlu diketahui, saat masyarakat Somang Parungpanjang menolak keras pengecoran pada Rabu siang 22 Agustus 2023, masyarakatnya sendiri sebut saja Doni Koswara yang bersikeras untuk melakukan pengecoran, dan ternyata dirinya diduga disogok uang senilai Rp. 6.000.000 oleh Pimpinan Yayasan Pendidikan Solideo Gracias (YPSG) supaya pengecoran tetap berjalan.

“Waktu dia ngobrol sama saya minta saran, dia (Doni Koswara) mendapatkan transferan Rp6 juta dari Ketua Yayasan Timson, uang pelicin, dan dia mau bagi saya cuma saya menolak keras karena itu uang haram,” bebernya salah satu Tokoh masyarakat asli Parungpanjang yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Sampai berita ini ditayangkan, Ketua Yayasan Pendidikan Solideo Gracias (YPSG) ‘Timson’ enggan merespon dan hanya membaca pesan WhatsApp.

Reporter: HSMY

Editor: red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*