Dua Ekskavator Tambang Ilegal Jarah Lahan Bekas PT Koba Tin di Bemban Bangka Tengah

Eks tambang PT Koba Tin

BANGKA (KM) – Aktivitas tambang tersebut sudah berlangsung lama dan diduga milik FH. Aktivitas tambang ilegal di lahan bekas PT Koba Tin telah menjadi masalah serius di Bangka Belitung.

Lahan bekas tambang tersebut memiliki kandungan timah yang tinggi, sehingga menjadi magnet bagi para penambang ilegal.

Aktivitas tambang ilegal tersebut memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal meliputi pencemaran air, udara, dan tanah. Selain itu, aktivitas tambang ilegal juga dapat menimbulkan konflik antara penambang ilegal dan masyarakat.

Pemerintah belum berupaya untuk mengatasi masalah tambang ilegal di Bangka Belitung. Namun, upaya tersebut masih belum efektif. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti lemahnya pengawasan, maraknya mafia tambang, dan tingginya permintaan timah di pasar internasional.

Salah seorang warga berinisial Y mengatakan jika pemilik tambang bernama FH.  “Itu tambang FH kalau untuk pemilik ekskavator AS,” jelas Y, Sabtu (26/8).

Ia menambahkan jika kandungan pasir timah di lokasi tersebut masih banyak dan tampak dua ekskavator sedang beraktivitas menggali dengan peralatan tambang berskala menengah lengkap dengan para pekerjanya.

Pemerintah perlu segera menindak tegas aktivitas tambang ilegal tersebut. Tindakan tegas tersebut dapat berupa penyitaan alat tambang, denda, dan bahkan kurungan penjara.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap lahan bekas PT Koba Tin. Pengawasan tersebut dapat dilakukan oleh aparat kepolisian, TNI, dan Kementerian ESDM.

Pemerintah juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya tambang ilegal. Masyarakat perlu mengetahui bahwa tambang ilegal memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat.

Reporter : Aldo /US

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*