Proyek Pengaspalan Jalan Raya Rawakalong Karang Satria Bekasi Diduga Janggal

Proyek Pengaspalan Yang Berlokasi Di jalan Raya Rawakalong Karang Satria, Tambun Utara

Bekasi (KM) – Pekerjaan jalan menggunakan item aspal (hotmix) di jalan raya Rawakalong Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, dikerjakan penyedia CV. Bintang Sahabat Cemerlang yang diselenggarakan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi DSDABMBK Kabupaten Bekasi.

Proyek dengan sistem Katalog Elektronik (E-Katalog) memakai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 Kabupaten Bekasi, diduga janggal dalam pemesanan aspal karena volume pengiriman bahan material tonase aspal untuk pengiriman hanya 179.00 Kg/179 ton jumlah di enam invoice pengiriman.

Menurut informasi yang didapat, konsultan mengatakan, untuk volume panjang sekitaran 520 meter lebar 5 meter. Sementara Dede Chairul, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bidang Bina Marga Bina Kontruksi, ketika ditanyakan soal volume keseluruhan dirinya tidak menjawab.

“Sedangkan, waktu dimintai penjelasan soal volume gelaran penebalan berapa lapis pada kegiatan tersebut, ia menjawab dengan singkat, hanya 1 lapis,”katanya.

Ada dugaan kurangnya volume spesifikasi ketebalan yang kerjakan kontraktor. Dede Chairul pun mengatakan, kalau memang kurang kita bayar sesuai dengan yang terpasang aja.

“Menanggapi hal itu, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB), Yanto Purnomo, menyampaikan analisanya mengenai kebutuhan aspal yang dikerjakan kontraktor.

Menurutnya, berdasarkan volume panjang dan lebar yang sudah dikatakan leader konsultan, yaitu panjang 520 meter, lebar 5 meter.

“Jika pekerjaan itu hanya di gelar 1 lapis, misalkan untuk ketebalan 4 sentimeter, maka apabila dihitung secara rumus analisa kebutuhan aspal, seharusnya volume keseluruhan tonase sebanyak 249,6 ton,”jelas Yanto, Sabtu, (22/7).

Untuk itu, dirinya meminta kepada PPTK dan PPK, agar melakukan pengecekan kegiatan yang dikerjakan penyedia CV Bintang Sahabat Cemerlang. “Karena kami menduga volume spesifikasi di RAB tidak sesuai dalam kegiatan ini,”sambungnya.

Lebih lanjut, Yanto mempertanyakan tugas dan tupoksi konsultan pengawas bernama Alen, sewaktu dikonfirmasi untuk meminta penjelasan tentang volume dirinya tidak merespon.

“Seharusnya, kalau ada perilaku konsultan yang kurang responsif, lebih baik tidak usah dipakai lagi, hanya buang-buang anggaran saja,” tegas Yanto.

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*