Ekskavator Diduga Milik Penambang Ilegal Beraktivitas di Pemali Bangka

Diduga tambang ilegal beroperasi di Pemali, Bangka

BABEL (KM) – Satu unit alat berat/ ekskavator merk Sanny diduga milik tambang ilegal sedang beraktivitas di Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Jumat (21/7).

Selain mesin peralatan berskala menengah beserta para pekerjanya, ada juga alat tambang/ ekskavator jenis ponton. Salah satu penambang berinisial BR mengatakan jika tambang tersebut sudah berjalan selama tujuh bulan .

“Tambang ini baru berjalan tujuh bulan pak (red-wartawan) untuk pemilik nya BND,” ujar BR.

Kapolsek Pemali, IPDA Rusdi Yunial saat dikonfirmasi akan mengecek keberadaan tambang tersebut. “Terima kasih infonya. Kami akan cek apakah masuk Pemali dan kami juga akan berkomunikasi dengan perbatasan,” jawab Rusdi.

Untuk diketahui bahwa kegiatan pertambangan illegal (‘ilegal mining) diatur dalam Undang-undang Minerba pasal 158. Pasal 158 UU Minerba menyatakan,“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah)”

Reporter : Yudi/ Aldo

Editor: redaksi

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*