Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Bronjong Tanggul Sungai di Cibitung Bekasi Dibongkar

Bekasi (KM) – Pembangunan tanggul Sungai item ‘Bronjong’ yang dikerjakan penyedia CV. Purnama Sari Rejeki dengan Nilai: Rp. 951.932.000.00, No SPMK: PG.02.02/387.101/SPMK/PSDA/DSDABMBK/2023 menggunakan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Pemkab Bekasi Tahun 2023 ini, waktu tahap pekerjaannya mendapatkan teguran dari Bidang PSDA, Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi.

“Pasalnya, pada saat proses pekerjaannya pihak penyedia (Kontraktor) mengalami kesalahan, seperti yang dikatakan warga perumahan Regensi 1, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung.

Menurut informasi warga inisial YH, dirinya mengungkapkan bahwa untuk pembangunan tanggul sungai (bronjong) item pondasi bawah/ tiang bor (strauss pile) diduga dikerjakan secara manual.

“Apalagi, ada beberapa titik pondasi lubang yang dibor. Semen dan pasir yang digunakan juga manual memakai adukan. Seharusnya material menggunakan beton kelas B untuk teknis pekerjaannya,” jelasnya kepada kupasmerdeka.com, Minggu (16/7).

Ketika itu, tim media mencoba mengkonfirmasi Ali selaku kepala tukang, dirinya pun membenarkan, karena untuk cor lubang yang dibor digambar manual.

“Tapi kenapa ada kesalahan, sehingga di suruh bongkar, bergeser dari yang sudah terpasang. Ada CCO, padahal saya kerja ikuti gambar,” katanya.

Justru dirinya menyatakan, kalau mengikuti gambar pasti salah. “Sebenarnya kalau untuk teknis saya berani berargumen sama orang Dinas,” ucap Ali.

Sementara, menurut Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto mengatakan, Bore Pile adalah jenis pondasi dalam yang berbentuk tabung, yaitu berfungsi meneruskan beban struktur bangunan diatasnya dari permukaan tanah sampai lapisan tanah keras.

Pengeboran tidak menggunakan alat bore pile, dan pemasangan pondasi tiang tampa memakai bahan material beton kelas B, saya menduga tidak akan maksimal,” ujar Yanto.

“Kalau ada proyek sampai dibongkar seperti itu berarti kontraktor tidak becus kerja. Lebih baik ke depannya jadi bahan evaluasi untuk pembelian produk e- katalognya karena masih banyak kontraktor profesional yang lebih baik pekerjaannya.

Untuk itu, saya mendesak Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) agar memberikan sangsi tegas secara administrasi kepada penyedia tersebut, sudah jelas pihaknya tidak mampu dalam segi melaksanakan pekerjaan dengan baik,” tegas Yanto.

Reporter: Den

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*