Direktur P3S: Jika ke Proporsional Tertutup Artinya Balik ke Orde Baru

DR Jerry Massie, MA, PhD, Pakar Politk, Direktur P3S

JAKARTA (KM) – Jika memang Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengembalikan sistem pemilihan proporsional tertutup pada Pemilu 2024, dinyatakan akan menjadi momen untuk mengacaukan pelaksanaan Pemilu 2024.

Direktur P3S Jerry Massie menyatakan perubahan ini akan menciderai hak-hak demokrasi masyarakat.

“Kan ini hanya usulan PDIP, maka saya sarankan parpol di parlemen bisa melawan. Memang efeknya stabilitas pemerintahan Jokowi terganggu,” kata Jerry, Selasa (30/5).

Ia menyatakan jika memang sistem pemilihan proporsional tertutup kembali diterapkan, akan sangat merugikan partai politik, selain PDI Perjuangan.

“Harusnya PDIP tak ngotot memaksakan kehendaknya. Tapi okelah, di MK bisa saja PDIP kalah skor bisa 6-3 atau 5-4,” ucapnya.

Jerry menegaskan, seharusnya yang paling menolak Perubahan ini adalah Presiden Joko Widodo.

“Presiden harusnya lantang menolak ketimbang beliau menjadi cawe-cawe. Kan iparnya yang duduk sebagai Ketua MK, jadi ada akses. Atau nanti bisa digugat ulang setelah Pemilu,” ucapnya.

Ia melihat upaya gugat menggugat yang terjadi di MK, berpotensi membuat Pemilu tertunda dengan sendirinya.

“Kuncinya ada di parpol yang harus berani melawan. Pemilu tertutup akan merugikan peraih suara terbanyak. Sistem transaksional akan meluas dan Indonesia kembali ke zaman orde baru. Sisi buruknya, peran parpol akan lebih besar dan suara banyak bukan garansi menang,” pungkasnya. (kedaipena)

Reporter: Marss

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*