Kasus KDRT Ayah Tiri, Pemkot Surabaya Komitmen Tanggung Biaya Pengobatan

Surabaya (KM) –  Beberapa waktu lalu, satu keluarga di Lontar, Sambikerep Surabaya Pemkot Surabaya menjadi korban dugaan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang dilakukan oleh ayah tiri, hingga hari ini masih menjalani perawatan intensif.

Untuk membantu korban, Pemkot pun berkomitmen untuk menanggung biaya perawatan dan pengobatan, sang anak.

Kasus KDRT berawal S (53) yang membakar N (36) istri sirinya. Tak hanya itu, S juga membakar dua anak tirinya masing-masing DR (22) dan AB (8) di rumah korban, Jumat (14/4/2023) lalu.

Akibatnya, keempat korban yang mengalami luka bakar itu yakni tersangka suami S, istrinya NN , serta 2 orang anaknya yakni DR dan AB (8). Mirisnya, NN yang telah dirawat selama tiga hari dinyatakan meninggal dunia.

Pengobatan ditanggung Pemkot itu disampaikan Wali Kota Eri Cahyadi usai menggelar pertemuan bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce di Balai Kota Surabaya, Rabu (17/5/2023).

“Saya matur nuwun (terima kasih) sama Pak Kapolrestabes terkait penangangan sigap warga yang dibakar suami sirinya di Sambikerep. Itu alhamdulillah dengan penanganan Pak Kapolrestabes Surabaya yang cepat, maka prosesnya juga sudah berjalan,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Eri mengungkapkan, sebelumnya dirinya  bersama Kapolrestabes Surabaya telah mendiskusikan terkait kasus tersebut. Termasuk pula berkaitan dengan biaya perawatan dan pengobatan luka bakar korban di RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Alhamdulillah terkait biaya yang disampaikan, biayanya ditanggung sendiri itu tidak. Karena sebenarnya biaya itu dibiayai RSUD dr Soetomo dan pemerintah kota,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Eri juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Sehingga kami yang di pemerintah kota juga memberikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini Pemkot Surabaya terus memonitor berjalannya kasus tersebut. Pasalnya, seperti kasus yang terjadi di Sambikerep ini biaya perawatan korban tidak bisa dicover menggunakan BPJS Kesehatan.

“Karena memang tidak bisa seperti itu ditanggung BPJS. Tapi kita sudah berbicara dengan RSUD dr Soetomo dan kita sudah sampaikan kepada keluarga (korban) agar tidak usah bingung, karena (biaya) sudah ditanggung pemerintah. Jadi itu yang kita lakukan bersama Pak Kapolrestabes Surabaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Eri menyampaikan terima kasih kepada Kapolrestabes Surabaya karena terus menjaga kondusifitas di Kota Pahlawan. Termasuk pula dalam penyelesaian kasus-kasus seperti di Sambikerep.

“Alhamdulillah sampai saat ini Pak Kapolres terus menjaga situasi yang kondusif di Kota Surabaya dan juga proses-proses pemeriksaan yang cepat akhirnya semua bisa kita lewati,” pungkasnya.

Reporter: redho

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*