Gaji Dua Bulan Dirampas PT Alfira, TKW Indramayu di Malaysia Pulang Tanpa Uang

Desti, TKW korban agensi nakal

INDRAMAYU (KM) – Desti (21) akhirnya pulang ke Patrol, Indramayu berkat negosiasi Darto, sponsor PT Alfira Indramayu ke PT Alfira Pusat Jakarta pada Sabtu (29/4).

Desti mengaku PT Alfira selaku sponsor hanya mencari keuntungan. Ajo dari PT Alfira mengatakan pekerja boleh menggunakan handphone saat jam istirahat.

“Namun alat komunikasi dirampas. Hanya boleh berkomunikasi sebentar dengan keluarga waktu mau kirim gaji 1, 2, 3 dan hanya sebentar. Dan sesuai janji mau dipekerjakan di pabrik ternyata bekerja menjadi pembantu rumah tangga (PRT),” katanya.

Desti belum bisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga karena baru lulus Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mampu berbahasa Jepang.  Ia diberitahu jika majikan jika mau pulang maka harus bayar denda 75 juta.

“Pada bulan ke-4, Desti telpon orang tua minta diurus pulang, majikan bilang saya pekerja ilegal dan harus bayar denda 75 juta dan saya terus diancam sehingga takut sekali,” ujarnya.

Keluarga dengan mediasi Herman Mhd meminta PT Alfira Pusat memulangkan Desti. Ia kembali hanya diberikan tiket pesawat ke Bandara Soekarno Hatta di Jakarta.

“Saya sempat dikasih HP oleh majikan namun cuma sehari semalam, HP dirampas kembali. Saya diantarkan ke agenci diberikan gaji yang 2 bulan dan ampo (amplop= uang- red) diberikan oleh majikan  tetapi semua dirampas agency. Hanya diberikan tiket tanggal 28 April 2023 ke Bandara Soekarno- Hatta Jakarta.” Katanya.

Desti menuturkan, kata agensi sisa gaji 2 bulan dimasukkan amplop baru boleh dibuka setelah sampai di Indonesia ternyata amplop kosong.

“Waktu amplop dibuka di perjalanan ternyata kosong. Agenci menipu, sengaja merampas gaji hanya dibeliin buat tiket,” terangnya.

Reporter: Arifin S

Editor: redaksi

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*