Kisah Klise Proyek Tol Cijago Seksi 3, Warga Pemilik Lahan Belum Terima Penggantian Lahan

Foto : Aksi demo warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Cijago 3 dalam menuntut pembayaran lahan tanah miliknya, Kamis 27 April 2023. (Istimewa)

DEPOK (KM) – Proyek pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi 3 sudah memasuki tahap akhir dan diperkirakan pihak kontraktor pelaksana akan merampungkan pengerjaannya pada Juni 2023 mendatang.

Jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) Seksi 3, Kukusan – Cinere sepanjang 5,44 kilometer tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan volume distribusi barang dan jasa di kawasan Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi (Jabodetabek).

Selain itu, penyelesaian konstruksi Tol Cijago Seksi 3 diproyeksi akan meningkatkan konektivitas Tol JORR II yang berdampak positif mengurangi kemacetan di pusat Kota Depok, memperlancar mobilitas warga dan mengurangi kemacetan di ruas tol lain.

Namun, dibalik kisah pembangunan salah satu proyek strategis nasional yang menelan biaya investasi Rp 3,21 triliun dengan konstruksi Rp 1,2 triliun tersebut, masih terselip persoalan klise pembebasan lahan yang seringkali terjadi dalam proyek sejenis di berbagai daerah lainnya.

Dari pengakuan salah satu pemilik lahan yang belum diselesaikan pembayarannya, Baba Rojan mengaku bahwa dirinya sangat mendukung proyek pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi yang turut melintas diatas lahan tanah miliknya. Dan ia pun meminta agar pembayaran lahan miliknya dan beberapa warga lainnya untuk segera dituntaskan

“Kita mendukung pemerintah untuk pembuatan jalan tol. Tapi, bayarkan dulu tanah kami,” kata Baba Rojan dalam aksi demo bersama warga korban lainnya di lokasi lahan tanah miliknya, Kamis (27/04).

Lebih lanjut Baba Rojan menyebutkan bahwa pembayaran atas lahan tanah miliknya juga menjadi terkendala akibat ulah salah satu warga (RW Udin) yang tidak mau menandatangani kesepakatan pembayaran lahan.

“Jangan gegara satu orang, akhirnya tanah kami terhambat pembayarannya,” ketusnya.

“Tanah kita mah tidak ada masalah. Jadi, bayarkan saja. Ini tanah saya sudah digusur gini tapi belum dibayarkan,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, Baba Rojan dan warga lainnya yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Cijago 3 mengancam akan terus melakukan aksi di lokasi proyek hingga tuntutan atas hak mereka dipenuhi.

Sebagaimana diketahui, proyek jalan tol Cijago terbagi menjadi 3 seksi. Seksi 1, yang menghubungkan Jagorawi hingga Cisalak sudah terhubung sejak tahun 2012 silam. Kemudian, seksi 2, menghubungkan Cisalak hingga Kukusan dan sudah tersambung sejak tahun 2019 lalu.

Adapun untuk pengusahaan jalan tol Cinere – Jagorawi akan dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT.Translingkar Kita Jaya dengan masa konsesi selama 40 tahun. Setelah beroperasi nanti, pergerakan dari Bogor menuju Jakarta atau Tangerang bisa ditempuh hanya sekitar 45 menit.

Reporter : Sudrajat
Editor : Red 1

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*