Tenaga Ahli Pengkajian Bidang Geografi Lemhannas RI: Pemkab Kebumen Laksanakan Program Pembangunan Berkelanjutan

Tenaga Ahli Lemhanas RI, Mayor Jendral Gathut Setyo Utomo di sela- sela acara Gowes HUT SMP Negeri 1 Kebumen, Sabtu (21/1/2023)

KEBUMEN (KM)- Tenaga Ahli Pengkajian bidang Geografi Lemhannas RI, Mayor Jendral Gathut Setyo Utomo menanggapi perkembangan Kebumen dalam lima tahun terakhir dimana kabupaten ini terus  melaksanakan program pembangunan berkelanjutan.

“Artinya berkelanjutan, dari kepemimpinan sebelumnya dan pejabat berikutnya, melanjutkan program-program yang sudah berjalan baik.  Untuk Kebumen, saat ini sudah banyak perubahan dan banyak  banyak ide baru yang sangat luar biasa menuju perbaikan,” katanya di sela- sela acara Gowes HUT SMP Negeri 1 Kebumen, Sabtu (21/1).

“Di sini asas prioritas harus dijadikan patokan sehingga lima tahun yang akan datang asas itu menjadi acuan untuk pejabat berikutnya,” jelasnya.

Mayjen Gathut juga memberikan tanggapan terkait Kebumen yang masuk dalam kabupaten miskin di Jawa Tengah.

“Data itu selalu berubah sehingga kalau data miskin diambil dari jumlah penduduk maka kabupaten manapun kalau jumlah penduduknya besar maka untuk menekan angka kemiskinan agak berat.  Artinya akan selalu menjadi  rangking teratas untuk daerah termiskin seperti  Kebumen dengan jumlah penduduk cukup besar,” ungkapnya.

Maka dari itu untuk mendongkrak masalah ekonomi , salah satunya dengan adanya produk unggulan, seperti yang pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu dimana setiap kabupaten atau daerah harus mempunyai produk unggulan.

“Diharapkan semua fokus ke produk unggulan yang berdampak kepada masyarakat, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.  Akan tetapi kalau tidak mempunyai produk unggulan tentunya kondisi di Kebumenpun akan stagnan terus,” jelasnya.

Mayjen Gathut memiliki motivasi untuk peduli dan perhatian kepada Kabupaten Kebumen karena teringat ucapan beberapa ustad bahwa ketika kita punya jabatan, punya kewenangan untuk mengajak orang lain berbuat baik maka jadikan kampung halaman yang menjadi prioritas.

“Setidaknya kalau semua pejabat memikirkan kampung halamannya, tidak menutup kemungkinan semua akan bergerak bersama,” lanjutnya.

Akan tetapi ketika pejabat melupakan kampung halamannya maka konsekuensinya kampung halamannya akan selalu tertinggal, karena ketika punya jabatan tidak pernah mau memikirkan daerahnya, hanya memikirkan sektoral kedinasannya saja.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: