Rasid Akui Tidak Pernah Dapat Bantuan Apapun Apalagi Program RUTILAHU

Rasid berharap sekali dapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) dari Pemerintah.

SERANG (KM) – Rumah panggung berukuran 10 x 5,5 meter, serta atapnya dari kenteng, dindingnya dari bilik (anyaman bambu) dan papan. Dalam rumah kecil yang sesak itu, Rasid (60) dan istrinya Ayunah (55) bersama dengan  anak-anak dan cucunya dihuni 7 orang,

Warga Kampung Binong, RT. 018, RW. 005, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, ini sudah terbiasa merasakan hempasan angin dan terjangan hujan.

Bagi keduanya ketika musim hujan dengan cuaca yang terkadang ekstrim ini, menjadi masalah besar kadang-kadang kebocoran.  Karena itulah, Rasid berharap sekali dapat bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) dari Pemerintah.

“Sebelumnya memang pernah ada petugas yang foto-foto rumah, tapi hingga sekarang belum ada kabarnya,” kata Rasid, Minggu (4/12).

Advertisement

Sementara itu, Umar (35) anaknya Rasid, juga menyampaikan rasa heran karena keluarganya tidak pernah mendapat bantuan apapun.

“Bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai BLT DD, (BPNT/bantuan pangan nontunai), orang tua saya  tidak pernah dapat, tidak seperti warga miskin yang lain,” ucapnya.

Saat dihubungi Pak Lurah melalui WhatsApp mengatakan begini.  “Sekarang gini saja kalau punya kenalan yang bisa mengajukan RUTILAHU hayu ku saya dibikinkan lagi biar percepat tinggal bikin proposalna,” terangnya.

“Tolong lah, kepada pihak yang berwenang mengurus itu, tolong kami diperhatikan, kami juga warga miskin yang berhak dapat bantuan pemerintah,” tambah Umar. Pihak pemerintah desa belum menanggapi saat dimintai konfirmasi media ini.

Reporter : Ade Irawan

Editor: Red1

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: