Lapak Kencingan Kimia di Rest Area KM 68 Bogeg Serang Akui Sudah Koordinasi dengan APH Setempat

mobil truk besar pengangkut cairan

SERANG (KM) – Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima awak media, pada Senin (12/12) bahwa di Rest Area KM 68 Bogeg, Serang arah Jakarta diduga dijadikan tempat lapak kimia ilegal.

Tak berapa lama, tim media menuju ke lokasi tempat yang dijadikan lapak tempat penyedotan cairan kimia yang menurut informasi tersebut bersumber dari mobil truk besar pengangkut cairan, kemudian dijualbelikan di lokasi.

Setibanya di lokasi, tim media menemukan 1 unit mobil pick up, warna putih bernopol F 8328 HN, dengan muatan beberapa drum dan derigen yang di dalamnya berisi cairan kimia.

Supir pick up dan rekannya mengatakan bahwa yang dimuatnya adalah cairan kimia bukan solar subsidi, “Kami tidak ada solarnya, ini kimia, bukan solar,” bantahnya, Senin (12/12).

Lanjut sopir yang tidak menyebut namanya itu juga mengatakan, bahwa pihaknya serta lapaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polda Banten, Polres dan Polsek setempat. “Kami sudah koordinasi dengan Polda Banten, Polres Serang, dan Polsek,” kata Sopir.

Beberapa saat kemudian, beberapa orang suruhan pemilik lapak datang untuk menemui pihak media, ada yang mengaku dari aparat  dan ormas untuk menghalau para tim media di lapangan, sejurus kemudian, situasi makin tidak bersahabat, tim media beranjak dari lokasi.

Sebelumnya, dari beberapa awak media yang ada di lokasi, sudah menyampaikan informasi ke pihak kepolisian baik dari pihak Polda Banten, dan Polres Serang Kota, adanya lapak ilegal di rest area tersebut namun informasi yang diberikan tidak cepat direspon dan terkesan menghiraukan informasi tersebut, dan lebih anehnya, pihak kepolisian minta besok hari.

Salah satu dari tim media pun sangat menyayangkan sikap Kepolisian, bahwa mereka para wartawan memberikan informasi penting kepada polisi, tapi tidak direspon baik malah seolah olah informasi yang diberikan itu tidak penting , padahal kegiatan dilapak itu jelas perbuatan ilegal.

Rep: Tim SER

Editor: Red1

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*